MALANGTIMES - Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk menanggulangi sanitasi buruk masih terus digencarkan. 

Meski, program open defecation free (ODF) 100 persen telah berjalan di semua kelurahan di Kota Malang, namun hal itu juga harus dilakukan bersamaan dengan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto menyatakan pihaknya selalu rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). 

"Kita ada program yang selalu rutin dilakukan, yakni memberikan sosialisasi dan penjelasan kepada masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan, terutama di sungai," ujar dia.

Selain itu, setiap Kelurahan di Kota Malang juga diwajibkan untuk memiliki jamban sehat bagi warganya. 

Kemudian yang kerap dianggap sepele yakni penerapan PHBS kepada masyarakat.

Hal ini juga terus digencarkan oleh Dinkes Kota Malang, untuk pencegahan sanitasi yang buruk.

Di mana, setiap masyarakat bisa memulainya dari hal kecil, seperti membiasakan diri untuk cuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar. 

Kemudian setiap mau makan dan setelah BAB juga harus membiasakan diri untuk cuci tangan.

Tata cara membersihkan tangan dengan benar yaitu dengan mulai menggosok telapak tangan, membersihkan sela - sela jari, kemudian gosok telapak tangan dengan jari secara berlawanan, jalinkan jari-jemari kedua telapak tangan saling berhadapan, gosok kedua ibu jari, gosok bagian tengah telapak tangan.

Hal kecil tersebut jika sudah terbiasa akan menjadikan seseorang juga menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. 

Sehingga, setiap individu diharapkan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan sadar akan pentingnya bersih dan sehat secara mandiri.

"Kita juga terus mengajak masyarakat selalu menerapkan PHBS. Karena tujuan yang paling utama mereka memiliki pengetahuan dan kesadaran akan hidup bersih dan sehat secara mandiri dan sesuai standar kesehatan," pungkasnya.