BPSK Lakukan Sidang Masalah Properti, Hadirkan 22 Konsumen dan Pihak Pengembang

Aug 28, 2019 17:50
Suasana Sidang permasalahan properti di BPSK Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana Sidang permasalahan properti di BPSK Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang, hari ini (28/8/2019), melakukan sidang terhadap 22 pengaduan konsumen mengenai masalah transaksi pembelian properti yang bermasalah.

22 pengaduan tersebut, dilaporkan oleh 22 konsumen. Pengaduan ke BPSK itu, bermula saat para konsumen melakukan transaksi pembelian properti rumah pada salah satu developer perumahan di Kota Malang namun tak kunjung ada realisasi pihak pengembang. Total kerugian ke 22 orang tersebut, senilai Rp 657 juta.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Dari situ, karena tak kunjung ada realisasi, para konsumen tersebut akhirnya menuntut untuk pengembalian uang muka pada pihak pengembang. Namun dalam upaya meminta pengembalian uang muka tersebut, para konsumen merasa kesulitan hingga akhirnya mengadukan permasalahan tersebut ke BPSK, hingga saat ini memasuki sidang musyawarah.

Kepala BPSK Kota Malang, Luh Eka Wulantari mengungkapkan, jika pihaknya melakukan sidang untuk mencari solusi atau jalan tengah mengenai permasalahan tersebut secara musyawarah.

"Dari 22 itu, yang empat masih utuh belum ada pengembalian karena belum membatalkan. Kalau yang 18 sudah ada upaya mengembalikan, ada juga yang minta untuk dilanjutkan pembangunannya, janjinya tadi awal September," bebernya.

Lanjutnya, pihaknya juga sangat mengapresiasi dimana dari pihak pengembang bisa kooperatif dalam menghadapi permasalahan ini. Sehingga, pihak BPSK terus mensupport untuk berupaya mencari solusi mengenai permasalahan ini.

"Ya orangnya ada itikad baik, tidak menghindari, saat saya telefon juga diangkat. Itu kita apresiasi," jelasnya.

Dari hasil sidang yang juga menghadirkan pihak pengembang, terdapat kesepakatan, beberapa orang untuk pengembalian uang dan beberapa meminta untuk melanjutkan pembangunan.

Pihak pengembang juga bakal menjaminkan tiga sertifikat aset, yang nantinya akan dikuasakan penjualannya kepada salah satu konsumen sebagai perwakilan dengan hitam di atas putih di hadapan notaris.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

"Untuk pengembalian ada yang menunggu realisasi salah satu unit yang pembangunannya kurang sedikit jadi. Dari situ, nanti uang realisasi dari bank dibagi untuk ke beberapa orang untuk pengembalian," bebernya.

Sementara itu, dari pihak pengembang, Gangsar, menjelaskan, jika pihaknya mau beritikad baik untuk mengembalikan uang para konsumen meminta uang mereka dikembalikan.

Pihaknya berjanji pada Rabu depan, akan memberikan tiga unit aset untuk dikuasa jualkan kepada salah satu konsumen tersebut. Sehingga, jika memang terdapat unit yang laku, maka nantinya hasil penjualannya akan digunakan untuk pengembalian dana konsumen.

"Tiga aset, nilainya bisa sekitar 1 miliar lebih. Ada di Buring dua, di Dau satu. Pokoknya kalau ada yang laku, langsung dibagi," bebernya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
MalangBerita MalangBadan Penyelesaian Sengketa KonsumenBPSK Kota MalangLuh Eka WulantariSidang Masalah Properti

Berita Lainnya

Berita

Terbaru