Jajaran kepolisian Polsek Kepanjen saat mengerebek peredaran narkoba yang terjadi di kawasan Stadion Kanjuruhan (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Jajaran kepolisian Polsek Kepanjen saat mengerebek peredaran narkoba yang terjadi di kawasan Stadion Kanjuruhan (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran kepolisian Polsek Kepanjen berhasil mengamankan jaringan peredaran narkoba, Selasa (27/8/2019) malam. 

Tersangkanya adalah Diva Putra Pratama. Warga Jalan Sidorejo, Desa Wadanpuro, Kecamatan Bululawang ini diringkus polisi karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis pil double L.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

”Tersangka Diva kami amankan saat yang bersangkutan hendak melakukan aktifitas transaksi narkoba jenis pil double L,” kata Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, Rabu (28/8/2019).

Ketika diamankan polisi di kawasan ruko (Rumah Toko) yang ada di Stadion Kanjuruhan. 

Petugas menyita berbagai barang bukti dari tangan tersangka Diva. 

Yakni satu poket pil double L berisi 40 butir yang belum terjual, serta satu bungkus berisi 900 pil double L yang sudah terjual. 

Selain mengamankan ratusan butir pil koplo (sebutan pil double L), polisi juga mengamankan satu unit handphone yang dijadikan sarana jual beli narkoba, serta uang tunai senilai Rp 500 ribu yang didapat tersangka dari hasil penjualan pil koplo, juga turut disita petugas sebagai barang bukti.

”Satu bungkus pil double L berisi 900 butir itu, hendak dijual kepada EP (inisial) yang saat ini masih berstatus saksi. Hingga kini kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” terang Supriyadi kepada MalangTIMES.com.

Terungkapnya kasus jaringan peredaran narkoba jenis pil double L ini, bermula dari laporan masyarakat jika di wilayah Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen hendak dilangsungkan transaksi peredaran narkoba.

Petugas kepolisian Mapolsek Kepanjen yang mendapatkan keterangan tersebut, langsung dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyanggongan, Selasa (27/8/2019) malam.

Benar saja, beberapa jam setelah dilakukan pengintaian segerombolan pemuda yang nampak mencurigakan terlihat mendatangi salah satu ruko yang ada di kawasan stadion kanjuruhan.

Lantaran mencurigakan, polisi langsung menggerebek segrombolan pemuda tersebut.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Ketika digeledah, anggota korps berseragam coklat ini mendapati ratusan butir pil koplo yang dijual tersangka Diva kepada EP. 

”Dari keterangan sementara, ratusan pil doubel L tersebut hendak dijual seharga Rp 1.250.000,” ungkap Supriyadi.

Pihaknya menambahkan, jika saat ini jajaran kepolisian Polsek Kepanjen masih terus melakukan pengembangan. 

Sebab dari penuturan tersangka Diva, dirinya mengaku mendapatkan pasokan barang haram tersebut dari seorang temannya yang berasal dari wilayah Kecamatan Bululawang.

”Kasusnya masih dalam tahap pengembangan, orang yang memasok pil double L kepada tersangka Diva sudah kami kantongi identitasnya dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” imbuhnya.

Lantaran usia tersangka Diva masih dibawah umur, lanjut Supriyadi, kasus yang menjerat remaja 17 tahun itu akhirnya dilimpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang. 

Akibat tertangkap tangan menjual “obat” haram tersebut, seorang pelajar kelas tiga SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ini, terancam tidak bisa melanjutkan studinya.

”Tersangka Diva sudah kami limpahkan ke UPPA, yang bersangkutan dijerat dengan pasal 196 dan 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang peredaran pil double L,” tutup Supriyadi.