MALANGTIMES - Kepedulian Pemerintah Kota Malang akan kaum disabilitas membuat Kota Malang mendapatkan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

Ajang yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI tersebut menjadi pembuktian bahwa pelayanan publik di Kota Malang tidak hanya sebatas rutinitas semata, tapi terus dikembangkan untuk inovasi dan kreativitasnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan penghargaan itu akan diberikan langsung oleh Presiden RI, Jokowi.

"Kita mendapatkan inovasi 45 terbaik dan Insya Allah akan diberikan penghargaan oleh Presiden," ucapnya saat ditemui di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (UB).

Prestasi tersebut berkat inovasi Braille E-Ticket And Extraordinary Access for Visual Disabilities (Brexit) dari Puskesmas Janti.

"Disabilitas tunanetra itu kita berikan di satu puskesmas yang memang menangani khusus itu. Dia ketika masuk ke puskesmas itu bisa sendiri. Terus ketika dia minum obat dia bisa sendiri karena aturannya pakai huruf braille," bebernya.

Brexit memang membantu memandirikan para difabel untuk berobat di Puskesmas Janti. Di sana juga terdapat akses jalan tuna netra atau guiding block dan juga tulisan braille di setiap ruangan dan resep obat.

Melalui Brexit, tunanetra bisa secara mandiri masuk puskesmas, mendaftarkan untuk pemeriksaan, pengambilan obat, hingga membaca tutorial resep obat. Pada setiap konter layanan juga telah disediakan media bantu komunikasi Braille.

"Ini salah satu bentuk kami mengupayakan bagaimana Malang ini mempunyai kebijakan nondisparitas," pungkasnya.