Peserta dari Kabupaten Blitar mendapat paparan dasar-dasar pengolahan susu dari BBPP Kota Batu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Peserta dari Kabupaten Blitar mendapat paparan dasar-dasar pengolahan susu dari BBPP Kota Batu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Blitar benar-benar serius meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peternak dan UMKM di bidang pengolahan hasil ternak. Menggandeng Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu, Pemkab Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan menggelar Bimtek Olahan Susu dan  Daging selama dua hari, 28 dan 29 Agustus 2019.

Peserta bimtek yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas susu dan kelas daging. Di kelas susu, para peserta diberi wawasan seputar dasar-dasar pengolahan hasil ternak. Juga bagaimana mengolah susu menjadi produk turunan seperti yoghurt, es krim, stick susu dan permen susu. 

Tak hanya itu. Peserta juga diberi wawasan mengenai pemasaran produk olahan susu. Seluruh materi disampaikan langsung oleh BBPP Kota Batu.

Widi Roseli selaku widyaiswara dari BBPP Batu bidang pengolahan susu, menyampaikan bahwa mengolah susu menjadi produk turunan hasil ternak harus melalui beberapa tahapan. Susu yang akan diolah menjadi produk olahan harus melalui uji kualitas. Ini untuk mengetahui kelayakan susu yang akan diolah.

Selain produk susu yang diolah untuk produk tertentu, jenis bahan baku susu yang digunakan juga harus menyesuaikan usia. “Semisal yoghurt. Untuk pengolahannya harus memperhatikan yoghurt itu untuk siapa? Kalau untuk remaja, susu nya full cream. Tapi jika yoghurt itu untuk manula, maka susunya harus non vet. Vet-nya nanti sebagian bisa digunakan untuk membuat es krim. Es krimnya untuk siapa? Untuk remaja lagi,” papar Widi.

Dijelaskan nya, es krim yang memenuhi gizi harus memenuhi kandungan susu murni yang benar-benar mengandung lemak sapi. Ironisnya, saat ini es krim yang banyak beredar di pasaran didominasi “es krim es krim-an” yang isi kandungannya bukan lemak hewani melainkan lemak nabati. "Di sini peserta kami ajari membuat es krim yang benar-benar terbuat dari susu,” paparnya.

Lebih lanjut Widi menyampaikan, proses pengolahan susu menjadi produk turunan dibagi menjadi dua, yakni susu krim dan susu skim. Untuk susu krim, dihasilkan produk turunan berupa susu, mentega dan stik susu. Sementara dari susu skim, produk turunan yang dihasilkan meliputi susu bubuk, yoghurt, susu fermentasi dan keju. 

Di samping itu, susu skim dengan teknik olahan tertentu juga dapat menghasilkan produk olahan seperti pepes susu, nugget, dan stik susu. “Banyak sekali produk turunan yang dihasilkan dari susu ini. Semuanya sangat prospektif untuk dibisniskan,” tandas Widi..

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Blitar drh Adi Andaka mengatakan pelatihan olahan hasil ternak yang bersumber dari DBHCH  ini rutin dilaksanakan. Pelatihan ini diharapkan dapat memunculkan wirausaha-wirausaha baru di bIdang olahan hasil peternakan.

“Seiring dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan konsumsi protein hewani dari keragaman dan kepraktisan produk olahan hasil peternakan yang berkualitas, maka menuntut kemampuan pelaku usaha sebagai penyedia produk olahan yang terstandar. Hal tersebut menjadi kewajiban bagi pemerintah yang membidangi penyelenggaran pendidikan dan pelatihan untuk memberikan kapasitas kemampuan sumber daya manusia kepada masyarakat dan pelaku UMKM agar kompeten di bidang olahan hasil ternak,” kata dia.

Dia juga menegaskan, setelah pelatihan ini, Dinas Peternakan dan Perikanan akan mendorong peserta untuk mandiri dan berkembang. Mereka juga akan didorong untuk berkoperasi sebagai upaya memperkuat kelembagaan.

“Dengan pelatihan-pelatihan seperti ini, kita harapkan nanti ke depan nya produk peternakan yang keluar seperti susu dan daging tidak hanya produk mentah. Tapi juga produk olahan jadi atau setahun jadi yang harganya bisa lebih tinggi,” pungkas nya.

Sebagaimana diketahui, potensi peternakan di Kabupaten Blitar sangat luar biasa. Untuk telur, Kabupaten Blitar memproduksi 510 ton telur sehari dan memenuhi 20 persen kebutuhan nasional dan 70 persen untuk kebutuhan Jawa Timur.Sementara untuk susu! per hari Kabupaten Blitar memproduksi 110 ton susu murni.