Ilustrasi pembangunan jalan (Ist)
Ilustrasi pembangunan jalan (Ist)

MALANGTIMES - Tidak sekali Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang diterpa protes atas pengadaan barang dan jasa berbagai proyek yang berada di bawah leading sector-nya. 

Walau beberapa kali pula Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga menampik terkait berbagai dugaan yang dilontarkan berbagai pihak atas lelang yang dilakukan secara elektronik itu.

Kondisi inilah yang membuat dinas di bawah kepemimpinan Romdhoni ini kembali menyampaikan, terkait persoalan tahunan dalam proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik tersebut.

Dimana, dalam proses lelang elektronik, pihaknya tidak memiliki ranah teknis dikarenakan ada LPSE. 

Selain hal tersebut, berbagai proyek yang ada pun kini semakin diminati juga oleh para kontraktor dari luar daerah yang memiliki kemampuan finansial dan perlengkapan komplit di perusahaan jasa konstruksinya.

"Ini memang yang terjadi, dimana banyak perusahaan daerah yang ikut serta dalam proses lelang. Mereka pun  profesional dan memiliki seluruh prasyarat yang dibutuhkan dalam pembangunan. Artinya, saat pengerjaan mereka sudah tidak bingung untuk sewa peralatan maupun jasa tenaga ahli, karena sudah mereka miliki," ungkap Romdhoni melalui Suwiknyo Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Senin (26/08/2019).

Hal itu, lanjut Suwiknyo, memang membuat beberapa pihak mempertanyakan hal tersebut.

Terutama terkait harga pemenang lelang oleh kontraktor luar daerah, seperti Mojokerto, Blitar, Pasuruan dan daerah lainnya, yang di bawah pagu dan harga perkiraan sendiri (HPS). 

"Padahal dengan harga pemenang lelang yang seperti itu karena mereka memang memiliki berbagai syarat lengkap menjadi pemenang. Sehingga dengan harga di bawah pagi mereka sudah bisa melaksanakan proyek sesuai spek yang ada," ujarnya.

Misalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki armada lengkap dan juga tenaga ahli yang mereka gaji. 

"Sehingga tidak perlu mereka sewa lagi. Ini yang membuat mereka jadi pemenang. Secara hasil pun di lapangan berkualitas dan sesuai spek," imbuh Suwiknyo yang kerap juga menyampaikan kepada para rekanan di dalam Kabupaten Malang terkait hal-hal tersebut.

"Dan ini bagus dalam konteks persaingan usaha. Sehingga akan tercipta persaingan sehat dan membuat satu sama lain saling menunjukkan hal yang baik. Eksesnya juga kepada pembangunan di Kabupaten Malang yang semakin berkualitas," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono juga kerap menyampaikan, bahwa seluruh proses pembangunan wajib mengikuti aturan yang berlaku. 

Sehingga tidak ada persoalan di kemudian hari.

"Selain tentunya agar hasil pembangunan di Kabupaten Malang semakin baik dan manfaatnya dirasakan lama. Terutama untuk infrastruktur jalan," ujarnya.

Didik juga menyampaikan, terkait persaingan perusahaan konstruksi yang semakin diramaikan oleh pihak dari luar daerah, sebagai langkah positif, dimana akan juga menumbuhkan jiwa persaingan sehat untuk saling memberikan yang terbaik dalam melaksanakan berbagai proyek yang ada di Kabupaten Malang.

"Bagi perusahaan yang belum memiliki kelengkapan alat, misalnya, akan terpacu untuk memilikinya. Sehingga secara langsung juga akan membuat proses lelang semakin berbobot. Intinya adalah hasil pelaksanaan berkualitas dan sesuai spek yang ada. Karena masyarakat lah yang nanti akan merasakannya," pungkas Didik.