Dari Festival Batik Ngalam 2019, Satukan Batik Khas Malang Raya

Aug 26, 2019 17:15
Salah satu pameran batik dari Kelurahan Tlogomas, di Festival Batik Ngalam 2019 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Salah satu pameran batik dari Kelurahan Tlogomas, di Festival Batik Ngalam 2019 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perhelatan Festival Batik Ngalam 2019 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, tak hanya sekedar pameran batik. Ada hal lain dari tercetusnya even ini, yakni untuk mengusung batik Ngalam batik khas Malang Raya.

Kabid Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko mengatakan melalui Festival Batik Ngalam 2019, nantinya bisa ditemukan adanya batik khas Ngalam (Malang). "Yang menegaskan batik Kota Malang, batik Kabupaten Malang, batik Kota Batu ada. Padahal sebenarnya Ngalam itu ta Malang Raya, apakah itu batik motif topeng, apakah sulur, apakah patma dan lain sebagainya. Di Festival Batik Ngalam ini kita ingin mencari, Batik Ngalam ini seperti apa," ujar dia.

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Memang dalam perhelatan yang dilaksanakan di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) mulai hari ini (Senin, 26/8) hingga besok (Selasa, 27/8) tersebut beragam karya dari 52 pelaku usaha ekonomi kreatif di bidang batik dihadirkan. Mulai dari komunitas kelurahan-kelurahan se-Kota Malang, komunitas batik Malang Raya, bahkan ada sembilan daerah di Jawa Timur juga ikut memamerkan karya batik daerahnya masing-masing.

Tujuannya, tidak hanya sebatas untuk promosi dan pengenalan kepada masyarakat yang lebih meluas. Tapi juga bisa mewujudkan sinergi antara komunitas ekraf yang lain untuk saling menggali potensi hingga memunculkan transaksi untuk peningkatan perekonomiannya. Selain itu, untuk mengetahui khas Batik Ngalam nantinya akan seperti apa.

"Katakanlah, Kota Malang punya batik topeng, Kabupaten Malang punya salur, Kota Batu punya batik apel. Boleh setiap daerah punya batik masing-masing sebagai kebanggaan lokal, tapi saya berharap ada satu batik yang muncul sebagai Batik Ngalam Batik Malang Raya," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu komunitas batik dari Kelurahan Tlogomas menghadirkan koleksi batik dari potensi yang dimiliki wilayahnya, yakni, labu kendi dan gong. 

Lurah Tlogomas, Andi Aisyah Mukhsin mengatakan batik yang ditampilkan tersebut mengacu pada salah satu yang dimiliki Kelurahan Tlogomas. Di mana, adanya situs Watu Gong di wilayah RW 3 akhirnya dijadikan inspirasi kreasi karya batik.

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

"Kita sudah sejak lima tahun lalu mengenalkan batik Tlogomas, biasanya memang masih dalam bentuk pameran mengenalkannya. Dan ini diambil dari potensi kita sendiri ada labu kendi jadi kendinya mirip buah labu, dan gong karena ada situs watu gong ciri khas kita," ungkapnya.

Andi berharap keikutsertaannya dalam Festival Batik Ngalam 2019 bisa membuat potensi di wilayah Tlogomas lebih dikenal masyarakat luas, tak hanya Kota Malang tapi juga dari luar kota. "Kami ingin batik hasil karya wilayah Tlogomas lebih dikenal, karena kami punya ciri khas tersendiri. Jadi ada filosofi dari terciptanya motif ini," pungkas dia.

Topik
MalangBerita MalangFestival Batik Ngalam 2019Batik Khas Malang RayaDisbudpar Kota MalangEkonomi Kreatif Disbudpar Kota MalangHeri Sunarko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru