Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat membuka Festival Batik Ngalam 2019 dengan penggoresan cat air (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat membuka Festival Batik Ngalam 2019 dengan penggoresan cat air (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Partisipasi dalam ajang Festival Batik Ngalam 2019 yang turut diikuti berbagai daerah di Jawa Timur, menjadi apresiasi khusus bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ya, acara yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang tersebut dimaksudkan sebagai salah satu wujud dalam memperkenalkan potensi batik Malangan lebih meluas kepada masyarakat.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan apresiasi yang besar dalam event ini. Menurut dia keikutsertaan beberapa daerah lain seperti dari Blitar, Ngawi, Trenggalek, Tulungagung, Tuban, Mojokerto, Probolinggo, Madiun, Jombang tersebut tidak hanya untuk memperkenalkan potensi batik Malangan saja, melainkan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai batik Indonesia.

Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat menghadiri pembukaan Festival Batik Ngalam 2019



"Ini menjadi sebuah ajang untuk mengenalkan dan mengajak masyarakat lebih mencintai batik khas Indonesia. Apalagi sekarang kita di era 4.0, bagaimana kita mendesain apa yang perlu menjadi kearifan lokal karya anak bangsa yang bisa dinikmati bukan hanya di pasar lokal tapi hingga pasar global," ujar dia saat menghadiri pembukaan Festival Batik Ngalam 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Kota Malang, Senin (26/8).

Tak hanya itu, munculnya komunitas-komunitas batik diharapkan sebagai salah satu upaya Pemkot Malang dalam mencari bibit-bibit pembantik baru. Tentunya dengan khas batik Malangan yang dimodifikasi lebih menarik dan fleksibel.
 


"Kita juga ingin mencari bibit-bibit pembatik baru, yang kemarin cukup bagus ini nanti akan kita padukan menjadi batik khas Malangan. Malang sudah ada khas sendiri, topeng ada, tugu ada, macam-macam lah. Itu nanti akan dilakukan bagaimana batik dimodifikasi agar lebih fleksibel, sehingga siapapun laki-laki dan perempuan bisa dengan nyaman menggunakannya," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Aji ini juga mengharapkan, event tersebut kedepan bisa lebih menjangkau daerah dan lapisan masyarakat yang lebih luas. Apalagi, Malang sebagai kota kreatif, bukan tidak mungkin kreativitas anak dalam karya seni bisa lebih ditingkatkan.



"Batik ini ada karya seni, sehingga ada nilai tambah yang harus dikuatkan di situ. Kedepan ini lebih dikuatkan lagi getarannya, mungkin bukan hanya beberapa daerah saja tapi kita bakal mengundang lebih banyak lagi dengan tempat yang lebih bagus lagi," pungkas nya.

Diketahui selain 52 pameran batik dari berbagai pelaku ekonomi kreatif di bidang fashion, ada juga workhsop pembuatan batik, pameran lukisan dan lomba lukisan yang masih akan berlangsung hingga besok (Selasa, 27/8) di TKBJ mulai pukul 09.00 hingga 21.00.