Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat memberi pengarahan kepada peserta seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Pemkot Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat memberi pengarahan kepada peserta seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Pemkot Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kota Malang tahun 2019 memasuki tahapan seleksi kompetensi bidang. Seluruh peserta yang sebelumnya lolos tahap seleksi kompetensi manajerial dan rekam jejak tampak hadir di Hotel Gajahmada, Senin (26/8/2019).

Sekretaris Daerah Kota Malang sekaligus Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Malang, Wasto menyampaikan, total ada 25 peserta yang hadir dalam tahapan tersebut, dan tak ada satupun yang absen. Di hari pertama, seluruh peserta akan mendapat sederet tantangan dari panitia seleksi (pansel).

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

"Totalnya memang 25 pendaftar. Kenapa di daftar yang lolos 42, karena satu orang itu memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri ke dua jabatan yang kosong. Jadi satu orang ada yang mendaftar di Barenlitbang juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jadi rata-rata daftar di dua posisi, karena memang kami beri kesempatan demikian," katanya pada wartawan di tengah kegiatan seleksi tahap kompetensi bidang yang berlangsung di Hotel Gajahmada, Senin (26/8/2019).

Wasto menjelaskan, setiap peserta mendapat beberapa tantangan dari pansel. Salah satunya adalah menyusun makalah atau proposal dengan tema khusus yang baru saja ditentukan panitia sejak pagi tadi. Karena prinsipnya, tema yang dibuat menjadi tantangan tersendiri bagi setiap peserta.

"Tema dibuat tadi pagi untuk memastikan tidak ada kebocoran," imbuhnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, setiap tema yang disodorkan berbeda dan menyesuaikan dengan fungsi dan tupoksi setiap OPD yang dipilih. Untuk Barenlitbang misalnya, lebih menekankan pada proses perencanaan. Sehingga, masing-masing peserta dituntut kreatif dan menjawab setiap permasalahan yang mungkin dihadapi oleh setiap OPD.

"Tahapan selanjutnya akan dilakukan tes wawancara," jelasnya.

Wasto juga menyampaikan, hasil tes dan penilaian dari masing-masing juri selanjutnya akan diserahkan kepada OPD dan dilanjutkan kepada Wali Kota Malang. Masing-masing OPD akan dipilih tiga nama dengan peraih nilai tertinggi.

"Nilainya ada indikator sendiri-sendiri tiap OPD yang menekankan pada tugas dan fungsinya," pungkas nya.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Sementara itu, salah satu peserta seleksi terbuka Dwi Rahayu menyampaikan, ia sengaja mengikuti seleksi terbuka tersebut untuk menggali kecakapan dan potensi yang ada pada dirinya untuk memimpin salah satu OPD. Dia pun saat ini memilih untuk mengisi jabatan Kepala Barenlitbang Kota Malang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.

"Barenlitbang lebih pada perencanaan, dan itu nggak jauh dengan tugas saya sekarang di Sekretariat Daerah. Kalau BP2D juga ada keinginan serta saya rasa akan keren jika Kepala BP2D perempuan," terangnya.

Dia menyampaikan, dia harus membuat dua makalah berbeda sesuai dengan posisi yang ia ajukan. Makalah yang ia susun sesuai dengan tema yang ditetapkan pansel. Perempuan berambut panjang ini optimis dapat mengisi salah satu jabatan yang tengah diseleksi secara terbuka itu.