Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan seragam hitam) saat berfoto dengan para pemennag dalam gelaran Festival Kendaraan Hias usai apel pagi di halaman Balai Kota Malang. (Piput Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan seragam hitam) saat berfoto dengan para pemennag dalam gelaran Festival Kendaraan Hias usai apel pagi di halaman Balai Kota Malang. (Piput Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang telah mengumumkan para pemenang dalam Festival Kendaraan Hias 2019 usai dilaksanakannya apel pagi di halaman Balai Kota Malang, Senin (26/8/2019). 

Ada tiga kategori pemenang yang telah diumumkan. Selain itu, diumumkan pemenang dalam lomba vlog Museum Mpu Purwa.

Pemenang Festival Kendaraan Hias untuk kategori sekolah (SMP, SMA dan SMK) diberikan kepada SMPN 22 Malang sebagai juara satu, SMK Telkom di urutan kedua, dan SMPN 18 Malang sebagai juara ketiga. 

Selanjutnya untuk kategori organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan stakeholder pariwisata, juara satu adalah Dinas Pendidikan Kota Malang. Sedangkan PDAM sebagai juara dua dan Kecamatan Blimbing juara tiga.

Sedangkan untuk kategori ketiga, yaitu masyarakat umum, kelurahan, komunitas, dan media, Kelurahan Polowijen keluar sebagai juara pertama. Kemudian Kelurahan Purwodadi di posisi kedua dan Kelurahan Kesatrian di posisi ketiga. Masing-masing pemenang pun mendapatkan hadiah berupa uang tunai hingga trofi.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikan pemenang dalam kontes vlog Museum Mpu Purwa. Tiga nama yang berhasil menyabet gelar  adalah Fery Soebrata sebagai juara satu, Kurniawan Anshari sebagai juara dua, dan juara Markus Virnanda Luvi sebagai juara tiga.

Wali Kota Malang Sutiaji usai menyerahkan penghargaan dan memimpin apel pagi menyampaikan, prestasi yang sudah ditorehkan semestinya mendapat apresiasi dan penghargaan. Sehingga, masing-masing elemen masyarakat terus semangat dalam berkompetisi.

"Uang pembinaan dan piala yang diberikan kepada masing-masing pemwnang menjadi wujud penghargaan dan apresiasi agar terus mempertahankan prestasi dan lebih baik lagi," ujarnya.

Pria berkacamata ini menyampaikan, Festival Kendaraan Hias menjadi salah satu event tahunan yang selalu ditunggu masyarakat saat memperingati HUT RI. Namun ke depan, ia menargetkan kegiatan dengan tema kebangsaan itu tak hanya terpatok pada kendaraan hias. Sebab, kendaraan hias sudah banyak dilakukan di setiap wilayah kecamatan dan kelurahan.

Ke depan, Sutiaji menyatakan gelaran serupa diharapkan lebih variatif dan inovatif. Dengan harapan, event tersebut dapat masuk dalam kalender Wonderful Indonesia. Saat ini, baru dua event di Kota Malang yang berhasil masuk dalam event tersebut. "Harapannya bisa dibuat lebih bagus lagi dengan konsep lain agar masuk Wonderful Indonesia," ucap wali kota.

Lokasi event juga  tidak  lagi meluluh digelar di halaman Balai Kota Malang. Beberapa kawasan khusus juga bisa jadi lokasi event untuk mengangkat ikon yang ada. Salah satunya kawasan Kayutangan yang memang menjadi ikon Kota Pendidikan ini.

"Mungkin kalau temanya heritage bisa ditempatkan di Kayutangan. Agar terasa unsur heritage sekaligus bisa mengangkat lokasi Kayutangan," pungkas Sutiaji.