Dinsos Kota Malang Tunjukkan Bangunan Liponsos hingga Gelar Atraksi di Festival Kendaraan Hias 2019

Aug 25, 2019 20:45
Kendaraan hias Dinsos Kota Malang dalam Festival Kendaraan Hias 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kendaraan hias Dinsos Kota Malang dalam Festival Kendaraan Hias 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Festival Kendaraan Hias 2019 rupanya menjadi ajang bagi para organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Malang untuk saling menunjukkan beragam kegiatan yang dilakukan yang dibuat dengan mengusung kreativitas. Beragam kendaraan roda empat dari masing-masing OPD di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saling menunjukkan kreativitas terbaiknya. Tentunya tetap disesuaikan dengan tupoksinya.

Dalam event yang digelar Minggu (25/8), Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang turut andil dengan mengambil tema Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Bangunan ini sebagai tempat penampungan bagi anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) untuk diberikan pengetahuan keterampilan sehingga tidak lagi menggangtungkan hidupnya di jalanan.

Sekretaris Dinsos Kota Malang Pipih Triastuti mengatakan lewat event ini, Dinsos ingin memperlihatkan seperti apa tupoksinya dalam memberikan pelayanan bagi anjal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan gepeng melalui Liponsos. 

"Sebelum mereka-mereka ini dibina dilakukan razia dulu, barulah masuk ke Liponsos dan di assesment sampai ada rujukan di sana nanti. Itu kami tunjukkan dalam gelaran ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap penghuni di Liponsos Dinsos Kota Malang tersebut bakal dirujuk sesuai kebutuhannya. Seperti ODGJ yang akan dirujuk ke rumah sakit jiwa, kemudian lansia terlantar yang dirujuk ke panti jompo jika seandainya tidak ada keluarga yang bisa ditemukan.

"Demikian juga untuk anak-anak. Jika tak ada orang tua, akan dirujuk ke panti asuhan. Sementara untuk gelandangan yang benar-benar tak ada keluarga atau tidak mau dikembalikan dapat mengikuti latihan di balai jarya dan dibekali ilmu untuk membangun usaha agar mandiri," imbuhnya.

Bahkan guna memperlihatkan cara kerja Dinsos, di area panggung utama yang berada di halaman Balai Kota Malang, pihaknya juga menyiapkan pertunjukan kecil dengan peran anjal, gepeng, lansia terlantar yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan tim Dinsos dan Satpol PP mulai dari razia hingga dibawa ke Liponsos dan proses perujukan.

"Jadi, saat di panggung utama itu, gepeng, anjal, lansia terlantar, ODGJ kami tangkap satu-satu. Lalu pada akhirnya kami  bawa ke Liponsos untuk diberikan pembinaan hingga mereka akhirnya dirujuk. Kami ingin menunjukkan memang tugas Dinsos ya seperti itu," imbuh Pipih.

Adanya Festival Kendaraan Hias 2019 ini sebagai salah satu bentuk dalam menujukkan ke masyarakat akan penanganan yang dilakukan oleh Dinsos Kota Malang. Sehingga, masyarakat diharapkan akan memahami, dan ikut membantu kinerja Dinsos sendiri dalam menangani anjal, gepeng, lansia terlantar, dan ODGJ.

"Harapannya pasti kami ingin masyarakat lebih tahu akan penanganan itu semua. Dan di kemudian hari bisa membantu jika menemukan anjal, geoeng, lansia terlantar, ODGJ, bisa menghubungi Dinsos sewaktu-waktu dan kami siap," pungkas Pipih.

Topik
MalangBerita MalangDinsos Kota MalangFestival Kendaraan Hias 2019

Berita Lainnya

Berita

Terbaru