Target BUMDesa 150 unit di tahun 2019, Plt Bupati Malang Sanusi sampaikan saa ini masih 108 unit di acara gebyar BUMDesa Wajak (Nana)
Target BUMDesa 150 unit di tahun 2019, Plt Bupati Malang Sanusi sampaikan saa ini masih 108 unit di acara gebyar BUMDesa Wajak (Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memiliki target di tahun 2019 ini, desa di wilayahnya sudah bisa membentuk 150 unit badan usaha milik desa (BUMDesa). Target tersebut pun secara langsung disampaikan oleh Plt Bupati Malang Sanusi, dalam berbagai agendanya saat berada di desa.

Sayangnya, sampai pertengahan tahun 2019 ini, BUMDesa di 378 desa masih terkunci di jumlah 108 unit. Atau masih kurang 42 unit BUMDesa yang ditarget bisa berdiri dan mampu menjadi bagian dalam menyukseskan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang. "Sampai saat ini masih sekitar 108 unit BUMDesa. Saya tetap berharap bisa sesuai dengan target sampai akhir tahun ini," kata Sanusi, dalam acara gebyar BUMDesa di Wajak, Minggu (25/08/2019).

Harapan setiap desa memiliki BUMDesa memang masih belum bisa terwujudkan secepatnya. Sehingga target 150 unit di tahun ini, lanjut Sanusi, sangat realistis bisa dicapai. "Saya pun sadar tidak semua desa memiliki potensi yang bisa dikelola oleh BUMDesa. Jadi daripada hanya ada secara status atau nama saja, tapi tidak ada manfaatnya, target 150 unit sudah sangat realistis," ujarnya.
Walau masih diangka 108 unit BUMDesa, Sanusi juga menegaskan apabila dikelola dengan baik dan profesional, maka akan sangat membantu sekali target Pemkab Malang dalam penurunan angka kemiskinan.

Seperti diketahui, di tahun 2018 lalu, angka kemiskinan Kabupaten Malang masih dikisaran 11 persen. Kondisi ini pula yang membuat Sanusi meminta kepada desa untuk ikut serta bersama menurunkan angka kemiskinan tersebut, yaitu melalui BUMDesa.
Pasalnya, melalui BUMDesa akan tercipta perputaran ekonomi di masyarakat serta mampu melahirkan berbagai unit pekerjaan yang bisa menjadi solusi dari persoalan pengangguran atau urbanisasi.

BUMDesa bisa jadi penggerak perekonomian masyarakat, ucap Sanusi, yang dilanjut, dengan fungsinya itu maka secara langsung akan mendongkrak tingkat kesejahteraan di pedesaan. "Ini tentunya akan juga membantu pengurangan angka kemiskinan tingkat kabupaten. Dimana saya harapkan dengan adanya BUMDesa, angka kemiskinan bisa turun jadi 9 atau 8 persen tahun ini," ujarnya.

Harapan besar Sanusi berdasar juga dengan kayanya potensi yang ada di 378 desa di Kabupaten Malang. Dimana, bila dikelola secara baik, melalui BUMDesa maka akan menciptakan efek perekonomian yang besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus sebagai bagian dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan dan berjenjang.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji, mengatakan, bahwa belum seluruh desa memiliki desa dikarenakan berbagai persoalan yang ada di lapangan. Pihaknya, menyepakati apa yang disampaikan Sanusi, bahwa tidak seluruh desa memiliki potensi yang bisa dikelola lewat BUMDesa.

Tapi, lanjut Suwadji, pihaknya setiap tahun melakukan berbagai pendampingan ke desa untuk identifikasi potensi yang bisa dijadikan dasar dibentuknya BUMDesa. "Setiap tahun kita fasilitasi desa terkait itu. BUMDesa memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian di perdesaan, ini tidak bisa dipungkiri. Misalnya BUMDesa di Pujon yang telah jadi percontohan nasional," ungkapnya.

Tapi, lanjut mantan Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Malang ini, pihaknya tidak hanya menambah jumlah BUMDesa saja. "Tapi kita kawal daya tahan BUMDesa itu sendiri. Sehingga benar-benar berjalan dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat dan juga pemdes," ujar Suwadji.

Seperti diketahui, dari total BUMDesa yang ada, baru 15 persen yang masuk kategori baik. Sedangkan 25 persen masuk kategori cukup baik, dan 60 persen masih dikatakan kurang baik. Dengan kondisi itulah, DPMD Kabupaten Malang juga bertugas untuk menjaga daya tahan dan hidup BUMDesa yang telah terbentuk dengan berbagai kegiatan selama ini.