Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto saat menunjukkan kendaraan Dinas Perdagangan bertema e-retribusi (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto saat menunjukkan kendaraan Dinas Perdagangan bertema e-retribusi (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kartu ATM ukuran besar lengkap dengan mesin geseknya mewarnai parade Festival Kendaraan Hias 2019 , Minggu (25/8). Ya, pernak- pernik tersebut hadir dalam kendaraan hias milik Dinas Perdagangan Kota Malang.

Bukan tanpa sebab Dinas Perdagangan menghadirkan mesin gesek electronic data capture (EDC) e-retribusi kali ini. Pasalnya, program penerapan e-retribusi bagi para pedagang saat ini tengah dijalankan di area pasar di Kota Malang. "Ini sebagai salah satu pemberitahuan kepada masyarakat, biar mereka lebih tahu lagi kalau kita sudah menerapkan e-retribusi sejak 2018. Makannya kita tampilkan model EDC, dan kartu ATM untuk menggesek. " ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto.

Meski masih ada beberapa pasar yang masih dalam tahap proses e-retribusi, seperi Pasar Besar, Pasar Blimbing dan Pasar Madyopuro. Namun, Wahyu mengharapkan dukungan dari masyarakat Kota Malang, sehingga proses penerapannya bisa segera dilakukan di semua pasar.

"Ini yang sedang kita fokuskan, harapan kami dengan kita tampilkan di sini nantinya ada dukungan dari masyarakat. Memang untuk benerapa pasar yang belum menerapkan masib terkendala di mesin EDC-nya, tapi rata-rata sudah hampir semua. Hanya alatnya saja yang belum terdistribusikan," imbuhnya.

Selain mengenalkan program e-retribusi, dalam parade Festival Kendaraan Hias tersebut juga menampilkan salah satu ikon khas Malangan. Yakni, topeng malangan sebagai salah satu ikon yang disuguhkan untuk kendaraan roda empat Dinas Perdagangan. 

"Iya, kita juga ingin menambah khas Malangan. Dan topeng ini kan salah satunya, sudah menjadi ikon yang biasa disebut sebagai Topeng Malangan itu," pungkas dia.