Plt Bupati Malang Sanusi saat melihat pasutri yang tinggal bersama hewan ternaknya dan sedang mengalami sakit stroke (Humas Pemkab Malang)
Plt Bupati Malang Sanusi saat melihat pasutri yang tinggal bersama hewan ternaknya dan sedang mengalami sakit stroke (Humas Pemkab Malang)

MALANGTIMES - Kondisi miris pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Bambang, Kecamatan Wajak, membuat Plt Bupati Malang Sanusi, langsung bergerak dari kunjungan kerjanya saat melihat peternakan sapi. 

Suwadi (50) dan Rosidah (48) pasutri yang didatangi oleh Sanusi atas laporan Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Selain berdomisili di rumah tidak layak huni berukuran 3x4 meter, sehari-hari mereka juga berbagi ruangan dengan dua kambing yang dipeliharanya.

Ditambah dengan kondisi Rosidah yang sakit akibat menderita  stroke, membuat kondisi pasutri itu semakin membuat siapapun akan terenyuh melihatnya. Hal inilah yang membuat Sanusi saat berada di gubuk pasutri itu, langsung memerintahkan kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, untuk secepatnya melakukan tindakan. "Kondisi pasutri itu memprihatinkan. Selain mereka menempati rumah tidak layak huni, serta satu atap dengan hewan terbaknya. Kondisi Bu Rosidah juga sakit stroke. Ini yang membuat saya langsung telepon Kadis cipta karya (Wahyu Hidayat, Kepala DPKPCK, red) saat itu juga," ucap Sanusi, Minggu (24/08/2019).

Sanusi secara langsung memerintahkan Wahyu Hidayat untuk menangani rumah tidak layak huni yang selama ini ditempati pasutri asal Dusun Pandanrejo, RT 34 RW 11 Desa Bambang, Wajak ini. "Saya perintahkan untuk secepatnya dilakukan renovasi rumah pasutri itu dengan jamban sehatnya sekaligus. Sehingga kondisi rumahnya tidak seperti saat ini," tegasnya.

Seperti diketahui, bedah rumah di Kabupaten Malang merupakan program tahunan yang terus digelar untuk menyelesaikan target nihil rumah tidak layak huni di tahun 2021 datang. Bedah rumah juga menjadi salah satu indikator dari upaya pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang dalam menyukseskan program pengentasan kemiskinan.

Tapi, dengan luasnya wilayah di Kabupaten Malang serta sistem pendataan yang berasal dari tingkat desa, kerap terjadi proses bedah rumah belum bisa menjangkau warga yang memang membutuhkan bantuan tersebut. Selain tentunya anggaran program untuk bedah rumah juga setiap tahunnya tidak bisa menjangkau banyak sasaran dalam satu tahun anggaran.

Sanusi, selain meminta agar rumah pasutri asal Bambang, Wajak, itu segera direnovasi. Juga memerintahkan kepada Dinas Sosial untuk segera bergerak menangani Rosidah yang tergeletak sakit stroke di gubuknya. "Saya perintahkan Dinas Sosial atau pihak rumah sakit daerah untuk segera membawa ibu Rosidah ke rumah sakit. Biaya pengobatan dan perawatan ditanggung Pemkab Malang melalui Dinas Sosial. Ini saya minta secepatnya juga, karena kondisi mereka bukan hanya perlu dibantu. Tapi sudah harus dibantu secepatnya," tegas politisi PKB ini.

Dirinya cukup tertampar juga dengan kondisi warganya yang masih dalam kondisi seperti itu. Di saat Sanusi menyampaikan untuk biaya kesehatan warga miskin ditanggung oleh Pemkab Malang, tapi masih ada peristiwa yang membuat dirinya kecewa. 
Dari informasi yang didapatkan, Rosidah yang terkena stroke hanya berobat jalan saja. "Dari informasi seperti itu. Bu Rosidah ini hanya diberikan obat rawat jalan saja karena kondisi perekonomiannya yang sangat minim," ujar Sanusi.

Dengan kondisi itulah secara tegas dirinya memerintahkan jajaran rumah sakit daerah Kanjuruhan untuk menjemput dan merawatnya di rumah sakit. "Biaya dari Pemkab Malang. Ini saya minta untuk segera ditindaklanjutinya," pungkas Sanusi.