MALANGTIMES - Lomba vlog dan foto yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) untuk mengenalkan lebih luas sektor pariwisata, mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

Orang kedua dalam pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini, menyebutkan, bahwa menguatkan sektor pariwisata di era revolusi industri 4.0 tidak bisa hanya dengan cara-cara konvensional saja. 

Strategi-strategi pemasaran di era saat ini telah berkembang dan berubah begitu cepat dengan adanya teknologi informasi.

"Tak terkecuali dengan pariwisata. Kalau hanya andalkan strategi konvensional, hanya tinggal tunggu waktu saja," ucap Didik Budi Muljono, Sekda Kabupaten Malang, Minggu (25/08/2019) kepada MalangTIMES.

Didik melanjutkan, pariwisata sebagai program strategis di Kabupaten Malang, tentunya harus terus beriringan dengan perkembangan zaman saat ini. 

"Jadi saya tentu mengapresiasi langkah Balitbang yang menggelar lomba vlog dan foto di Desa Wisata Gubugklakah yang nanti disebarkan di media sosial," ujarnya.

Bagi mantan Inspektur Kabupaten Malang ini, saatnya juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) saling bahu membahu menyukseskan tiga program strategis yang ada saat ini. 

Tentunya, dengan kondisi dan kebutuhan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini.

"Artinya, seluruh OPD harus saling dukung. Manfaatkan teknologi informasi untuk memperkenalkan pariwisata kita. Lomba vlog dan foto desa wisata Gubugklakah oleh Balitbang hal baik yang patut dicontoh," tegas Didik.

Seperti diberitakan oleh MalangTIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia, lomba vlog dan foto desa wisata Gubugklakah Balitbangda Kabupaten Malang, memang digelar untuk semakin mengenalkan kekayaan pariwisata yang ada secara masif.

Pemilihan lomba pun disesuaikan dengan perkembangan zaman. 

Dimana, promosi pariwisata di era disrupsi teknologi sudah jauh berbeda dengan masa lalu.

Media sosial menjadi corong efektif dalam memasarkan potensi wisata yang ada.

"Karena itu kita pilih vlog dan foto yang nantinya peserta akan menguploadnya di berbagai medsos yang dimilikinya," ujar Yulianti Sekretaris Balitbangda Kabupaten Malang.

Yulianti juga mengatakan, pasar pariwisata juga kini telah berubah. Dimana, kaum milenial pun semakin tumbuh besar sebagai pasarnya.

"Mereka ini yang kita sasar dalam lomba. Mereka adalah generasi melek teknologi yang banyak mencari informasi wisata melalui berbagai platform medsos," imbuhnya.

Di lomba vlog dan foto desa wisata Gubugklakah dengan durasi yang terbilang cukup panjang (Juli-Oktober) akan membuat karya-karya peserta akan lebih lama juga tayang di berbagai medsos.

Sehingga efek promosi juga akan bisa tersebar luas dan lama juga.

"Harapan kita jelas, bahwa pariwisata sebagai program strategis bisa lebih maksimal dikenal. Ujungnya adalah adanya peningkatan jumlah wisatawan," pungkas Yulianti.