Ilustrasi puisi (@alexgreycoms)
Ilustrasi puisi (@alexgreycoms)

MALANGTIMES - Merawat Senja
*dd Nana
1/
 

Raga menua dan cinta selalu saja meremaja 
sedang kita menuju tiada.

Pada ingatan juga nantinya kita wariskan
kisah-kisah ganjil tentang ranum rindu yang di
susui cinta
dalam sebuah percakapan di senja hari, puisi,
atau mungkin dalam sebuah igauan di malam hari. 

2/

Tidak cukup hanya menuliskan kalimat
kalimat untuk meladeni rindu yang keparat
yang menyalak dan tegak pada puing air mata.

Percayalah, hanya bagi mereka yang paling tabah
memamah sunyi, rindu sementara bisa ditaklukkan.

Sebelum kembali meminta-minta lekuk dan relung
tubuh kekasihnya. Rahim dari segala suka cita
dan hening yang menentramkan.

3/ 

Kita aduk peristiwa 
pada secangkir kopi di sebuah beranda
sebelum percakapan dimulai, seperti biasanya.

Jangan mengingat, katamu, mari kita bercerita 
tentang hal sederhana saja.

Jangan cinta, ucapmu lagi, raga kita semakin senja.

Langit berwarna tembaga
serupa aksara-aksara letih di sebuah buku tua
Hanya ruam kopi yang membuat kita masih terjaga

untuk bersetia duduk di beranda
dan menatap senja yang entah keberapa
sebelum percakapan dimulai dan kau lirihkan lagi
jangan mengingat, jangan cinta, kita bercerita 
hal sederhana saja.

Adzan maghrib mengenyahkan senja
dan kita mengulang-ulang kisah yang sama.
 

*hanya penikmat kopi lokal