Baru, Pusat Ngopi Asyik di Malang

Hanya Ada di Terminal Kopi Malang, Olahan Kebab Khas yang Buat Siapapun akan Ketagihan

Aug 24, 2019 18:17
Bikin ngiler, olahan Kebab Mini Zahira olahan Dwi Ratnasari Pratiwi ini sudah dapat ditemui di Terminal Kopi Nusantara Pasar Dinoyo Terpadu lantai satu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bikin ngiler, olahan Kebab Mini Zahira olahan Dwi Ratnasari Pratiwi ini sudah dapat ditemui di Terminal Kopi Nusantara Pasar Dinoyo Terpadu lantai satu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kebab memang salah satu olahan khas Turki yang banyak ditemui di banyak daerah. 

Lantaran memiliki tekstur dan rasa yang berbeda, setiap penjual yang tersebar di berbagai wilayah tentu telah membuat inovasi baru dengan ciri khas tersendiri.

Tanpa kecuali Kebab Mini milik Kebab Mini Zahira ini. 

Rasanya tidak berlebihan jika harus menyebut kebab mini satu ini sebagai kebab khas Malang.

Karena selain memang hanya bisa ditemui di Malang, olahan yang satu ini juga memiliki ciri khasnya yang unik yaitu bentuknya yang mini. 

Menariknya lagi, Kebab Mini Zahira ini memiliki beragam varian rasa khas yang tentunya bakal buat para pecinta kuliner ketagihan.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Tak jauh berbeda dengan kebab pada umumnya, kebab mini buatan Dwi Ratnasari Pratiwi ini memiliki isian berupa sayur, daging sapi, hingga saus. 

Tapi untuk membedakan dengan produk yang lain, Kebab Mini Zahira memiliki varian rasa keju dan keju mozarella selain rasa original.

Sementara bentuknya kecil dibanding kebab pada umumnya.

"Kalau biasanya kebab itu besar, maka saya sengaja buat yang kecil. Jadi beli satu kotak bisa buat ramai-ramai karena isinya ada lima," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Usahanya membuat kebab mini itu sudah dilakoni perempuan berhijab ini sejak satu tahun terakhir. 

Bermula saat ia menjadi reseller produk kebab dari saudaranya sendiri. 

Namun lantaran merasa kesulitan menjual produk reseller sebab harganya yang naik, ia memutuskan untuk memulai project isengnya. 

Tak disangka, usahanya pun berhasil dan mampu bertahan selama satu tahun terakhir.

"Setelah riset ke sana kemari, akhirnya nemu resep yang pas. Awalnya saya tawarkan ke rekan saya satu kantor, dan sampai sekarang alhamdulillah banyak yang suka dan pesan," ceritanya dengan penuh semangat.

Sementara terkait alasannya tetap berusaha dengan menjual kebab, Ratna menyampaikan hal itu dikarenakan sang suami yang sangat doyan dengan olahan kebab. 

Selain itu, suami dan keluarga selama ini juga selalu memberi dukungan penuh untuk setiap proses pembuatan dan penjualan kebab mini tersebut.

"Suami keturunan Arab, dan sangat doyan kebab. Suami juga yang bantuin sampai akhirnya saya bisa seperti ini. Begitu juga keluarga yang selalu mendukung usaha saya," terangnya.

Tapi buah manis yang ia peroleh hari ini tidak lepas dari perjuangan luar biasa yang sudah ia lalui saat memulai usaha. 

Mulai dari resep yang gagal total, produk yang ditiru oleh pengusaha lain, hingga rasa jenuh saat harus membagi tenaga antara pekerjaan sebagai karyawan perusahaan besar, sebagai bos produk kebab, sebagai ibu, juga istri.

Pukulan terbesarnya saat usaha sudah mulai stabil adalah ketika produk buatannya ditiru oleh pengusaha lain. 

Meski sempat terpuruk, Ratna kemudian memilih bangkit dengan membuat inovasi baru yaitu menambahkan toppong pada kebab mininya. 

Alhasil, kebab mini buatannya masih tetap menjadi primadona hingga sekarang.

Di sisi lain, saat ini ia mencoba menikmati saat-saat ketika harus membagi waktu antara pekerjaan kantor, usaha, juga keluarga. 

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Meski sering merasa kesulitan, namun ia merasa keputusan untuk membangun usaha ini memang harus dibarengi dengan konsekuensi yang tak ringan.

"Kalau dulu biasanya weekend jalan-jalan sama anak, suami, dan keluarga, sekarang tetap jalan-jalan tapi disambi nengok dagangan," imbuhnya.

Semangatnya mengembangkan usaha pun semakin terpompa begitu dapat bergabung dengan Terminal Kopi Malang di Pasar Terpadu Dinoyo lantai satu. 

Ia optimis, dengan bergabung di salah satu stand kuliner yang disediakan, produk olahannya itu akan semakin banyak dikenal.

"Saya yakin produk saya bisa laku keras karena di sini pangsa pasarnya besar, banyak mahasiswa juga," terangnya lagi.

Dia pun optimis, akan ada banyak ilmu baru dan klien yang didapat saat bergabung di Terminal Kopi Nusantara. 

Ke depan,  ia bertekad akan terus menelurkan inovasi-inivasi anyar agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif ini.

"Saya optimis produk saya pasti akan lebih banyak laku," katanya.

Sementara itu, produk yang ia bandrol mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu itu sekarang sudah dapat ditemui di Terminal Kopi Malang lantai satu Pasar Dinoyo Terpadu. 

Selain itu juga dapat ditemukan di salah satu outlet miliknya di Sukun. 

Di sisi lain olahan frozen miliknya sudah banyak dipasarkan ke luar kota seperti Banyuwangi, Gresik, Surabaya, Jomvbng, dan Ngawi.

"Bisa bertahan di luar suhu kulkas selama empat hari, dan ada tawaran dari Kediri untuk dipasarkan di sana. Tapi sekarang masih belajar franchise. Selain itu juga jualan roti mariam," pungkasnya.

Nah, buat yang penasaran seperti apa rasa dan keunikan dari kebab khas Malang ini, bisa langsung hadir di Terminal Kopi Malang Pasar Terpadu Dinoyo lantai satu ya gengs. 

Di sana nggak hanya kebab mini aja, tapi juga ada banyak olahan yang pastinya bikin kalian ngiler.

Selain itu, sesuai namanya yaitu Terminal Kopi, maka secara otomatis di sana juga disediakan sederet olahan kopi terbaik nusantara. 

Lokasinya yang berada si pusat kota juga pas untuk tempat kalian nongkrong bersama rekan saat mengisi waktu luang. 

Saat ini, ada beberapa tenant cafe kopi yang telah dibuka. Tapi rencananya, soft launching akan digelar pada akhir Agustus ini.

Dalam proses soft launching nanti, akan ada lurang lebih seribu kopi yang dibagikan secara cuma-cuma alias gratis. Jadi jangan sampai kelewatan dan ketinggalan ya.

Sebagai informasi, Terminal Kopi Nusantara merupakan salah satu pusat ngopi yang merupakan hasil kerjasama antara Manajemen Mall Dinoyo City, Kamar Dagang Induk Usaha Mikro Kecil Menengah, Komunitas Aku Kuliner, Komunitas dan Penggiat Kopi, dan media berjejaring terbesar di Indonesia, MalangTIMES (JatimTIMES Grup).

 

Topik
MalangBerita MalangTerminal Kopi MalangT COFFEKebab Khas malangkebab khas turkikebab di malangkebab malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru