MALANGTIMES - Festival Beji Kampung Tempe (FBKT) sukses digelar. Tak tanggung-tanggung, demi mewujudkan karya yang menarik, Agus Mardianto warga Desa Beji menciptakan lagu dan tarian khusus yang terinspirasi dari warga Desa Beji khususnya di Dusun Karangjambe yang 80 persennya adalah perajin tempe.

Lagu dan Tarian Gembang Dele pun sukses ditarikan 750 warga Desa Beji. Mulai dari anak-anak hingga dewasa yang terlibat. Dan sukses memukau ratusan penonton di lapangan Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Jumat (23/8/2029) malam. 

Tentunya hal ini tidak lepas dari pencipta penata tari dan musik yakni Agus Mardianto. Ia menuturkan proses menciptakan tarian ini dilakukan sekitar 4 bulan yang lalu atau sekitar bulan Mei. Ia harus berkeliling ke rumah-rumah masyarakat yang memproduksi tempe.

“Saya mengamati, mendalami proses ketika mereka mengolah dele (kedelai) mulai dari awal hingga menjadi tempe,” ungkap Agus. 

Kemudian Agus mulai mengaplikasikannya ke dalam bentuk tari dan musik, hingga akhirnya terciptalah musik dan tarian ini. Karena memang terciptanya karya itu merupakan keinginan bersama para seniman dan Karang Taruna Desa Beji agar mempunyai tari khas Desa Beji pada khususnya dan Kota Batu pada umumnya.

“Yang selama ini menurut saya, setelah Batu menjadi kota, kita masih belum memiliki tarian khas yang berasal dari karakter masyarakat kita sendiri. Dari situlah muncul keinginan kami untuk membuat tari ini,” imbuh pria yang juga pimpinan Sanggar Karsa Budaya ini.

Karena masyarakt Desa Beji mayoritas perajin tempe, akhirnya memilih Gembang Dele sebagai tarian. Gembang Dele adalah kegiatan mengolah dele sebelum menjadi tempe.

Dalam proses nggembang dele ini betul2 dibutuhkan ketelatenan, kesabaran, kerja keras, dan juga kegotong royongan. Hal ini juga tertuangkan dalam lirik lagu dan tarian Gembang Dele. 

Berikut lirik dari lagu Gembang Dele,

Mbang gembang

Gembang dele

Diolah dadi tempe...

Gembang dele

Tarine gembang dele

Nyambut gawe

Ngolah dele dadi tempe

Penggaweane masyarakat isuk sore (Beji kene)

Nyambut gawe

Gotong royong sak kancane

Sementara itu Penjabat Sementara (pj) Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap mengatakan, dengan dicipatakannya musik dan tarian Gembang Dele diharapkan bisa menambah  semangat warga dan menambah perekonomian waga Desa Beji.

“Karena saat karya itu ditampilkan di setiap tempat akan memberikan penghasilan dari sana. Dan ini juga point lebih karena warga Desa Beji yang menciptakannya,” ucap Edwin.

Sehingga saat wisatawan menggali edukasi tempe di Desa Beji bisa disuguhkan dengan tarian Gembang Dele.