Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) saat akan mencoba proses penggilingan kacang kedelai di Omah Tempe di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Jumat (23/8/2019) malam. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) saat akan mencoba proses penggilingan kacang kedelai di Omah Tempe di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Jumat (23/8/2019) malam. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semakin memantapkan diri sebagai kota wisata, Kota Batu kini juga memiliki sentra produksi tempe, tepatnya berada di Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Pada Jumat (23/8/2019) malam Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah meresmikan Omah Tempe, sebagai edukasi pembuatan tempe. 

Omah Tempe itu tepatnya berada di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Di sana  Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Penjabat Sementara (pj) Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap menjajal proses pembuatan tempe.

Tahapan pertama dilakukan dengan membersihkan kacang kedelai. Setelah biji kacang kedelai dicuci bersih, berikutnya adalah merendam biji kacang kedelai dengan air bersih.

Tujuannya untuk menyortir kembali biji kacang kedelai yang kualitas baik. Atau dilakukan dengan penggilingan biji kacang kedelai untuk mempermudah pemisahan kulit kacang. 

Langkah berikutnya setelah biji kacang kedelai sudah bersih taruh ke dalam panci besar dan direbus selama 3 jam. Setelah 3 jam berlalu proses pendinginan biji kacang kedelai yang sudah direbus dimulai.

Jika sudah biji kacang kedelai ditaruh di tempat yang memiliki permukaan datar dan lebar. Kemudian dilakukan peragian pada biji kacang kedelai secara merata. 

Lalu memasukkan biji kacang kedelai yang sudah diberi ragi pada kantong plastik. Untuk mendapatkan tempe yang baik, waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi adalah 2 hari dengan suhu kamar. 

Penjabat Sementara (pj) Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap mengatakan, Omah Tempe itu dipilih di area Dusun Karangjambe lantaran di sana pusat produksi tempe. Lebih dari 80 persen penduduk di sana mata pencahariannya adalah perajin tempe. 

“Karena itu wisata edukasi kita tempatkan di sini (Dusun Karangjambe),” ungkap Edwin. Bahkan sebelum dilaunchingnya Omah Tempe itu, Desa Beji beberapa kali menerima kunjungan untuk melakukan wisata edukasi tempe.

“Jadi sebelum diresmikan Omah Tempe ini, kami sudah menerima kunjungan dari luar kota mulai dari Blitar, Kediri, Sulawesi dan sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, hadirnya Omah Tempe ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebab pembuatan tempe akan menjadi minat bagi anak-anak.

“Edukasi buat tempe seperti ini diminati banyak wisatawan khususnya anak-anak. Mereka pasti penasaran buatnya seperti apa,” jelas Dewanti. 

Selain itu Dewanti juga menginginkan agar tempe ini juga bisa manfaatkan dengan olahan lainnya. Meskipun kini sudah ada 12 varian produk olahan dari tempe.