Ilustrasi lomba vlog dan foto desa wisata Gubugklakah Poncokusumo yang digelar Balitbangda Kabupaten Malang. (Nana)
Ilustrasi lomba vlog dan foto desa wisata Gubugklakah Poncokusumo yang digelar Balitbangda Kabupaten Malang. (Nana)

MALANGTIMES - Menggairahkan pariwisata Kabupaten Malang, khususnya di wilayah potensial seperti Gubugklakah, Poncokusumo, melalui ajang lomba vlog dan foto menjadi ruang tepat di era digitalisasi dengan banyaknya platform media sosial (medsos) saat ini. Hal ini juga didukung dengan penggunaan medsos yang menempatkan masyarakat Indonesia sebagai negara terbesar pemakainya. Yakni, sebanyak 132,7 juta orang menggunakan medsos dan 130 juta-nya menjadi pengguna aktif.

Hal ini pula yang ditangkap oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang, yang sejak tahun lalu fokus melakukan kajian dan penelitian di wilayah yang termasuk Agro Eco Wisata Ponco Wismo Jatu (Poncokusumo, Wajak, Pakis, Bromo, Jabung, dan Tumpang).

Harapan besar Balitbangda Kabupaten Malang untuk menggairahkan dan mengenalkan lebih luas dan terbuka pesona desa wisata Gubugklakah, Poncokusumo, inilah yang ditindaklanjutinya dengan menggelar lomba vlog dan foto.

“Harapan besar kita desa wisata Gubugklakah, Poncokusumo, menjadi tujuan wisata potensial di Kabupaten Malang khususnya. Pada umumnya tentu di Indonesia dan mancanegara. Jadi, bukan hanya wilayah lintasan  bagi wisatawan saat menuju destinasi wisata Bromo Tengger Semeru (BTS),” kata Mursyidah, kepala Balitbangda Kabupaten Malang, Jumat (23/08/2019) kepada MalangTIMES.

Melalui lomba vlog dan foto, Balitbangda Kabupaten Malang optimistis bahwa desa wisata Gubugklakah, Poncokusumo, akan semakin dikenal dan terbuka pesonanya bagi wisatawan. “Kami harus optimistis bisa untuk menguatkan dan mengoptimalkan pariwisata yang merupakan program strategis dan prioritas di Kabupaten Malang ini,” ujar Mursyidah.

Lantas, bagaimana teknis perlombaan vlog dan foto di desa wisata Gubugklakah tersebut? Yulianti, sekretaris Balitbangda Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa lomba terbuka untuk umum dengan objek potensi wisata yang ada di desa wisata Gubugklakah.  “Lomba terbuka untuk umum. Siapa pun boleh ikut dan mengeksplor wilayah desa wisata Gubugklakah ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan ada sekitar 9 lokasi wisata yang nantinya bisa dieksplorasi oleh para peserta. Yakni, wisata air terjun Coban Pelangi, Coban Bidadari, wisata alam Ledok, river tubing dan rafting, dan wisata air terjun Coban Trisula. Selain itu terdapat agrowisata apel, sayur, agro sapi perah nusa pelangi, rest area Gubugklakah dan Gunung Sari Sunset.

“Jadi, semua itu bisa jadi objek vlog dan foto peserta. Terkait hadiah lomba, kami sediakan uang total sebesar Rp 15 juta,” lanjut Yulianti.

Selain hadiah uang tunai tersebut, berbagai hadiah lainnya juga dipersiapkan untuk para peserta yang nantinya keluar menjadi juara 1 , 2 dan 3 serta harapan 1, 2, 3. Yaitu, trofi bupati Malang, 2 sepeda gunung, voucher hotel serta berbagai hadiah menarik dari berbagai sponsor yang akan terlibat dalam lomba tersebut.

“Jadi, banyak hadiahnya untuk para peserta sebagai bentuk apresiasi panitia dalam mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Malang ini,” imbuh Yulianti.

Untuk teknis peserta, Balitbangda kabupaten Malang yang juga menyosialisasikan acara tersebut pada akun medsosnya menuliskan bahwa peserta bebas memilih spot pariwisata yang ada di Gubugklakah. Setelah itu bisa di-upload di berbagai akun medsos yang dimilikinya, baik Facebook, Instagram maupun Twitter, dengan mencantumkan tagar #LombaFotoDesaWisataGubugklakah #LombaVlogDesaWisataGubugklakah #MalangKabupatenTheHeartOfEastJava #DesaWisataGubugklakah #DesaWisataGubugklakah #BalitbangdaKabMalang #MalangEastJava.

“Untuk informasi lebih lanjut, silakah cek akun Instagram kita di @balitbangdakabmalang @desawisatagubugklakah,” ucap Yulianti.

Sedangkan untuk periode lomba terbilang panjang.  Balitbangda Kabupaten Malang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplor desa wisata Gubugklakah, Poncokusumo, sampai Oktober 2019 datang. Sedangkan untuk pengumuman pemenang akan dilaksanakan di November 2019 dan diumumkan di website Pemkab Malang, website Balitbangda Kabupaten Malang, medsos serta media online.