Di Bawah Bayang-Bayang BTS, Balitbangda Angkat Kawasan Desa Wisata Gubugklakah Lewat Lomba Vlog dan Foto

Aug 23, 2019 11:28
Salah satu potensi wisata petik apel di Poncokusumo. (Ist)
Salah satu potensi wisata petik apel di Poncokusumo. (Ist)

MALANGTIMES - Inovasi terbaru Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) dalam menguatkan sektor pariwisata yang merupakan salah satu program prioritas di Kabupaten Malang adalah memasifkan informasi terkait salah satu andalan wisatanya. Yakni, dengan cara menggelar lomba vlog dan foto terkait eksotisme kawasan desa wisata Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Pemilihan lokasi lomba vlog dan foto yang kini menjadi bagian dalam budaya kekinian untuk menyebarkan informasi pariwisata, yaitu di desa wisata Gubugklakah atau DWG, tidak terlepas dari program Pemkab Malang sekitar tahun 2016 terkait Agro Eco Wisata Ponco Wismo Jatu (Poncokusumo, Wajak, Pakis, Bromo, Jabung, dan Tumpang). 

Program Ponco Wismo Jatu itu sendiri bagian dari roadmap sistem informasi daerah (SIDA) yang terintegrasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), baik infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, treatment program menyangkut produk pertanian, bahkan yang berorientasi pada kepariwisataan.

Hal ini pula yang ditegaskan  Kepala Balitbangda Kabupaten Malang Mursyidah kepada MalangTIMES. Dia menyampaikan bahwa lomba vlog dan foto yang dipilihnya sebagai bagian dalam penguatan sektor pariwisata, memang bagian dari tupoksinya.

“Jadi, ini adalah kegiatan berkelanjutan dari Ponco Wismo Jatu itu sendiri. Kami pilih lomba vlog dan foto karena saat ini memang media itulah yang berperan dalam promosi pariwisata. Sekaligus nantinya para peserta pun akan secara langsung terlibat di wilayah tersebut,” ucap mantan kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Malang itu, Jumat (23/08/2019).

Peserta lomba pun nantinya akan bisa mengeksplor berbagai daya tarik di DWG melalui vlog maupun foto. Seperti diketahui, Poncokusumo memiliki daya tarik pada fisik lingkungan alam, tata lingkungan perkampungan atau arsitek yang unik dan khas, sosio budaya, adat istiadat sampai pada berbagai seni dan kerajinan tradisional.

Di sisi wisata DWG, Poncokusumo juga memiliki sekitar 9 lokasi yang akan membuai dan instagramable bagi para peserta maupun masyarakat. Sehingga sangat cocok untuk diabadikan melalui vlog dan foto wisata. 

Coban Bidadari di Poncokusumo (Ist)

Tercatat, DWG memiliki wisata air terjun Coban Pelangi, Coban Bidadari, wisata alam Ledok, river tubing dan rafting, serta wisata air terjun Coban Trisula. Selain itu, terdapat juga agrowisata apel, sayur, agro sapi perah Nusa Pelangi, rest area Gubugklakah dan Gunung Sari Sunset.

“Jadi, di Gubugklakah banyak sekali potensi wisata yang menarik. Tapi memang masih di bawah bayang-bayang destinasi wisata nasional Bromo Tengger Semeru (BTS). Hal ini pula yang membuat kami menggelar lomba ini dengan harapan wisatawan juga bisa lebih lama berada di Poncokusumo. Baik sebelum ke BTS maupun sesudahnya,” ungkap Mursyidah.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Pernyataan Mursyidah didasarkan pada data yang ada. Dengan begitu banyaknya potensi wisata tapi DWG belum menjadi target Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai tujuan wisata yang diperhitungkan. Jumlah kunjungan wisatawan ke DWG pun masih di bawah 10 ribu per tahun sehingga membuatnya tidak masuk dalam tujuan wisata popular.

Bukan hanya kalah dan jadi bayang-bayang wisata BTS , DWG  juga masih jauh dibawah wisata Balekambang, Candi Jago, Kebun Teh Wonosari, Ngliyep, Mendit, Coban Rondo maupun Bendungan Selorejo. “Hal inilah yang tentunya perlu kita gaungkan. Potensi pariwisatanya tidak kalah dengan wisata lainnya di Kabupaten Malang,” ujar Mursyidah.

Namun, Mursyidah mengatakan, walau masih kalah secara jumlah pengunjung, DWG Poncokusumo setiap tahun mengalami peningkatkan. Hal ini terlihat dari kunjungan wisatawan dalam maupun mancanegara yang mengalami lonjakan setiap tahun. 

 “Rata-rata setiap tahun ada peningkatan sekitar dua ribu wisatawan dalam dan luar negeri. Ini pula yang membuat keberadaan homestay juga meningkat setiap tahun. Sampai 2018 lalu, sudah ada 80 unit homestay untuk mengimbangi kunjungan wisatawan ke sana. Harapan besar kita, Poncokusumo bukan hanya jadi pintasan ke BTS,” pungkas Mursyidah.

 

 

Topik
MalangBerita Malangsektor pariwisataLomba vlog dan fotoWisata Gubugklakah+

Berita Lainnya

Berita

Terbaru