MALANGTIMES - Pemerintah pusat berencana mulai menyalurkan kartu prakerja pada 2020 mendatang.

Rencananya, ada 2 juta kartu yang akan dibagikan pada pengangguran di seluruh Indonesia. 

Untuk Kota Malang, jumlah pengangguran terbuka mencapai lebih dari 30 ribu jiwa.

Meski demikian, belum ada keterangan jumlah pagu penerima kartu untuk Kota Malang. 

"Untuk masalah kartu prakerja, kami belum ada juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis) dari pusat. Jadi masih belum tahu pagu ataupun teknis penyaluran atau seleksi penerimanya," ujar Plt Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang M Damhudi.

Pemerintah pusat mewacanakan bakal ada tiga kelompok yang bisa masuk dalam program kartu prakerja. 

Pertama, para pencari kerja yakni masyarakat yang baru lulus sekolah baik SMA maupun perguruan tinggi. 

Kedua, mereka yang membutuhkan peningkatan keterampilan atau upskilling, dan ketiga adalah para korban pemutusan hubungan kerja (PHK). 

"Data kami, dari Januari sampai Juli 2019 ada 15 orang yang di-PHK," terang Damhudi.

Untuk diketahui, penerima kartu prakerja nantinya bakal mendapatkan "gaji" cuma-cuma dari pemerintah berupa dana insentif. 

Mereka akan mendapatkan peningkatan keterampilan selama dua bulan dan akan mendapat insentif pengganti, karena selama pelatihan tidak diberi upah oleh perusahaan. 

Penerima juga akan mendapat sertifikasi usai pelatihan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat pada 2018, total jumlah angkatan kerja yang ada di kota pendidikan tersebut sebanyak 454.848 orang. 

Dari jumlah itu, sebanyak 30.898 orang masuk dalam kategori pengangguran terbuka. 

Meski demikian, persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2018 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

Pada 2017 lalu, TPT Kota Malang mencapai 7,22 persen sementara pada 2018 di angka 6,79 persen.