Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang masih berstatus Mr X ke kamar mayat RSSA Malang. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang masih berstatus Mr X ke kamar mayat RSSA Malang. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus penemuan mayat yang meninggal secara misterius kembali terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Setelah Jumat (16/8/2019) lalu, warga Dusun Sukorejo, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, digemparkan  kasus penemuan mayat berjenis kelamin wanita ini yang kemudian diketahui bernama Reyza Nuraini, asal Dusun Kampung Tengah, Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, seminggu berselang giliran masyarakat Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang yang dibuat gempar karena kasus serupa. 

Kamis (22/8/2019), mayat yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan di tengah ladang tebu. Mayat yang sudah dalam keadaan membusuk itu belum diketahui identitasnya.

”Sementara ini identitas mayat masih berstatus Mr X (istilah untuk mayat pria yang belum diketahui identitasnya). Terkait penyebab kematian korban, kami belum bisa memastikan. Petugas yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Bululawang Iptu Totok.

Adalah Jumalianto, warga Jalan Sidorejo, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, yang pertama menemukan mayat tersebut. Diperoleh keterangan, sesaat sebelum menemukan mayat atau tepatnya sekitar pukul 09.30 WIB, saksi yang bekerja sebagai mandor tebang tebu ini mendatangi sekitar lokasi kejadian untuk mengawasi anak buahnya bekerja.

Setibanya di lahan tebu yang berlokasi di Desa Wandanpuro, pria 57 tahun itu sempat mencium aroma busuk di tengah ladang tebu. Merasa ada yang tidak wajar, Jumalianto akhirnya mendatangi sumber tak sedap tersebut. Saat berada di tengah lahan tebu, saksi menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki dengan posisi tergeletak.

Mengetahui hal ini, Jumalianto akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa setempat, sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek Bululawang, tim identifikasi, serta beberapa anggota Satreskrim Polres Malang diterjunkan ke lokasi kejadian. ”Guna kepentingan penyidikan, jenazah langsung dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang untuk diotopsi,” sambung Totok.

Berdasarkan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) serta keterangan beberapa saksi yang dihimpun, polisi menemukan beberapa fakta dalam kasus penemuan mayat yang meninggal secara misterius tersebut. Saat pertama ditemukan, lanjut Totok, korban mengenakan kaus biru muda dan celana  biru tua. Tidak jauh dari posisi mayat, polisi juga menemukan sebuah sandal yang diduga kuat milik korban.

Berdasarkan hasil penelusuran MalangTIMES.com, polisi juga menemukan bekas percikan darah di daun tebu yang berjarak sekitar satu meter sebelah timur posisi mayat tergeletak. Meski demikian, petugas belum bisa memastikan apakah darah yang sudah dikerumuni lalat tersebut merupakan darah korban.

Mencuat kabar, mayat yang ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan ini merupakan korban pembunuhan. Mayat berstatus Mr X tersebut diduga tidak dibunuh di lokasi penemuan mayat. Sebab, warga setempat tidak mengenali identitas jenazah lantaran bagian wajah korban sudah dalam kondisi membusuk.

”Iya, itu (mayat mati karena dibunuh) sifatnya masih dugaan saja. Untuk memastikannya, kami masih menunggu hasil otopsi. Hingga saat ini, petugas gabungan dari kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kematian korban,” kata Totok.