Ada Lorong Samudro di Balekambang, Target Bius Wisatawan 50 Ribu sampai Akhir Tahun

Aug 22, 2019 17:19
Lorong Samudero Balekambang (for MalangTIMES)
Lorong Samudero Balekambang (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu kunci keberhasilan pariwisata adalah terus berinovasi. Di antaranya menyuguhkan berbagai fasilitas baru yang bisa memanjakan wisatawan, baik yang baru berkunjung maupun yang sudah berkali-kali datang ke lokasi wisata tersebut.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Hal ini dipahami benar oleh pengelola wisata Pantai Balekambang, yaitu PD Jasa Yasa Kabupaten Malang. Tidak hanya menjual eksotisme dan keindahan alam Balekambang yang memang sudah terlebih dahulu kondang puluhan tahun lalu, tapi juga memberikan berbagai sentuhan inovatif di sekitar wilayah Balekambang. 

Seperti diketahui, setelah spot foto Never Ending Balekambang, Lawang Segoro, dan Lawang Kunjung, terbaru inovasi yang disuguhkan oleh PD Jasa Yasa adalah Lorong Samudro.
Lorong Samudro merupakan jembatan penghubung menuju Pura Ismaya, tapi diberi sentuhan kreatif dengan menambahkan lampu warna-warni sepanjang jembatan.

Lampu-lampu tersebut menghiasi "jaring" yang menutupi kiri-kanan dan atas jembatan. Sehingga, siapa pun yang melihatnya, tentu di malam hari, akan terkesan pada visualisasi lorong dengan pencahayaan warna-warni. Semakin asyik bila ditingkahi dengan debur ombak Balekambang dan bintang-bintang di langit. 

Ahmad Faiz Wildan, direktur utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa Lorong Samudro diciptakan dalam upaya untuk memberikan sensasi berbeda bagi para pengunjung  Balekambang. "Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terus-menerus dan tentunya berbeda dalam fasilitas wisata di sini. Sehingga wisatawan akan menemukan hal-hal baru," kata Wildan,  Kamis (22/08/2019), kepada MalangTIMES.

Pernyataan Wildan untuk memberikan pengalaman dan sensasi yang berbeda setiap momen juga tidak lepas untuk menjaring jumlah wisatawan ke Balekambang. Apalagi, Balekambang salah satu destinasi wisata yang masih menjadi primadona Kabupaten Malang sampai saat ini.

Target 50 ribu wisatawan telah ditetapkan. Untuk mencapainya, PD Jasa Yasa terus melakukan inovasi-inovasi keren dan mampu membuat setiap wisatawan yang datang akan merasa ke lokasi berbeda. "Walaupun tempatnya sama di Balekambang. Lorong Samudro ini juga ternyata cukup diapresiasi wisatawan," ujarnya yang berharap agar target 50 ribu wisatawan di akhir tahun 2019 bisa diraihnya.

Target 50 ribu wisatawan tentunya bukan perkara mudah. Dengan persaingan di sektor pariwisata saat ini yang tumbuh bak cendawan di musim hujan di seluruh wilayah Kabupaten Malang maupun luar daerah, pengelola pariwisata harus benar-benar pintar meracik fasilitas pendukung wisata.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Target tersebut lebih tinggi dibanding  tahun 2018 lalu yang hanya ditetapkan sebanyak 30 ribu wisatawan saja ke Balekambang yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. "Target memang kami naikkan  tahun ini. Kami yakin bisa tercapai dengan berbagai inovasi-inovasi baru yang akan terus lahir di sini," ujar Wildan.

Dibangun sejak awal Agustus 2019, Lorong Samudro  bukanlah inovasi terakhir PD Jasa Yasa. Wildan pun menegaskan bahwa pihaknya akan selalu menambah berbagai fasilitas baru dan akan selalu ada progres positif dalam menjaring wisatawan..

"Terus kami berinovasi. Setelah berbagai spot foto Never Ending Balekambang, Lawang Segoro, Lawang Kunjung dan Lorong Samudro, akan terus kami tambah nanti fasilitas lainnya," pungkas dia.

 

Topik
Malang Berita Malang Lorong Samudero Balekambang Satu kunci keberhasilan pariwisata adalah terus berinovasi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru