MALANGTIMES - Momen kemeriahan peringatan Youth International Day (Hari Remaja Internasional) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tak hanya mengajak siswa - siswi remaja hidup sehat. Jiwa muda juga harus mampu meningkatkan kualitas human development (pembangunan manusia) bagi bangsanya.

Hal itu disampaikan inovator kesehatan dr Gamal Albinsaid kepada ratusan remaja sekolah di Kota Malang dalam acara Youth Sharing Session di Hotel Gajahmada, Kamis 22 Agustus 2019. 

Menurut Gamal, saat ini Indonesia akan memasuki ranah bonus demografi. Kondisi penduduk usia produktif memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan yang tidak. Proporsinya sekitar 185 juta penduduk. Dari situlah, momentum untuk melakukan percepatan akseleratif dalam meningkatkan kualitas anak muda.

"Artinya, tugas kita bukan sekadar memberikan kritik, tapi tugas menghadirkan sebuah solusi bagi bangsa. Inilah momentum untuk melaksanakan percepatan akseleratif. Bukan hanya masalah kesehatan, tapi di semua aspek," ujarnya.

Aspek-aspek yang harus diperhatikan bagi kaum remaja bukan hanya berkonsep pada kesehatan saja. Melainkan bagaimana pendidikan kesehatan tersebut dapat dipahami bagi siswa siswi sekolah. Apalagi, saat ini kaum anak muda tengah memiliki kesadaran tinggi dalam menuju kemajuan bangsa.

"Soal pendidikan kesehatan, kita itu akan meningkatkan daya saing sebuah bangsa, termasuk human development index kita. Saya optimistis beberapa tahun ke depan, kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas kesehatan untuk anak-anak. Apalagi saat ini anak muda punya bonus demografi dan penetrasi teknologi untuk membuat lompatan yang nantinya berkembang untuk menjadi negara maju," imbuh pria yang juga social entrepreneur itu.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar SST MM menyatakan lewat Youth Sharing Session, kualitas generasi muda yang sehat dan unggul akan tercipta. Yakni dengan menanamkan pemahaman pentingnya hidup sehat sejak usia dini. 

"Dari sini kita ingin mencetak generasi muda yang sehat untuk sumber daya manusia yang unggul dalam upaya indonesia maju. Sehingga mereka juga akan menjadi agen perubahan untuk gaya hidup sehat, baik kepada keluarganya maupun di sekolah," ungkap Meifta.