M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan perwakilan guru siap membangun kesehatan dan pembentukan karakter pelajar (Dispendik for MalangTIMES)
M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan perwakilan guru siap membangun kesehatan dan pembentukan karakter pelajar (Dispendik for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harapan besar mewujudkan generasi emas di era revolusi industri 4.0 yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya terkait pencegahan stunting sampai pada penguatan pendidikan, di Kabupaten Malang telah dipersiapkan dengan matang melalui Dinas Pendidikan.

Dimana, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah melangkah secara pasti untuk mewujudkan  pembangunan sumber daya manusia yang akan jadi fokus program pemerintah Jokowi-Ma'ruf lima tahun ke depan. Terutama yang dimulai di berbagai lembaga pendidikan, dari tingkat dasar sampai atas.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Yakni, melalui bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) yang diperuntukkan untuk lembaga pendidikan dasar dan madrasah serta sekolah menengah pertama se-Kabupaten Malang. Nilainya juga terbilang besar yaitu Rp 34 miliar untuk tahun 2019 melalui perubahan anggaran kegiatan (PAK).

Anggaran Bosda tersebut peruntukannya untuk siswa dengan nominal Rp 25 ribu per anak setiap bulannya. Di 1.491 unit SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Dengan total siswa sebanyak 264.203 siswa. 

Anggaran inilah yang nanti akan menjadi pendamping bantuan operasional sekolah (BOS) dalam mewujudkan harapan dan program besar presiden Jokowi.

"Melalui Bosda, mewujudkan generasi emas di lembaga pendidikan sudah kita persiapkan. Salah satunya adalah merevitalisasi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)," kata M Hidayat atau Dayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rabu (21/08/2019).

Revitalisasi UKS akan menjadi alat untuk memberikan dasar kuat hidup sehat bagi para pelajar di sekolah dasar dan menengah. Sehingga dengan adanya anggaran tersebut, budaya hidup sehat di sekolah akan semakin menguat dan mengakar di seluruh pelajar.

Seluruh guru SD dan MI se-kabupaten Malang siap sukseskan program pemerintah pusat dalam pembentukan generasi emas (Dispendik for MalangTIMES)

Hal ini, lanjut Dayat, sebagai bagian dalam mewujudkan program pemerintah pusat maupun Kabupaten Malang, dalam membudayakan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Revitalisasi UKS dengan anggaran daerah melalui Bosda, berkait erat dengan pembangunan sumber daya manusia yang digaungkan oleh Jokowi. Dimana, dengan budaya dan gerakan hidup sehat akan berpengaruh pada angka harapan hidup (AHP). Khususnya yang dimulai di pelajar SD se-Kabupaten Malang.

"Saat ini AHP di Kabupaten Malang mencapai 72 tahun. Harapannya dengan program kita di sekolahan, akan mampu meningkatkan AHP. Ini yang akan kita kuatkan melalui Bosda pada para pelajar," ujar Dayat.

Semakin panjang usia produktif dikarenakan menerapkan gaya hidup sehat yang dimulai sejak dini. Serta sudah berjalannya pembangunan karakter yang baik di tingkat pelajar se-Kabupaten Malang yang juga jadi program Jokowi. Akan menghasilkan generasi emas yang akan siap bersaing di tingkat global dan regional.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Karena itulah kita memulai berbagai program pembangunan SDM unggul dari sekolah dasar. Karena  di pendidikan SD inilah awal pembentukan karakter. Jika karakternya bagus di SD, di SMP sampai perguruan tinggi juga akan bagus," ucapnya yang juga menegaskan, ke depan seluruh sekolah wajib mengembangkan UKS.

"Jadi kita wajibkan di seluruh sekolah. Salah satunya adalah tempat cuci tangan lengkap. Ini semua anggarannya dari Bosda, jadi sekolah wajib melengkapinya," imbuh Dayat.

Seperti diketahui, dalam pembukaan Muktamar PKB V di Nusa Dua, Bali, Jokowi menyampaikan, akan menguatkan pendidikan sebagai bentuk merealisasikan pembangunan SDM secara berjenjang. Di sekolah dasar, para pendidik memiliki tugas untuk membangun karakter, nilai, budi pekerti, etika, agama dan toleransi.

"Tambahannya, baru  matematika dan lainnya," ucap Jokowi yang melanjutkan tahap lain dalam pendidikan di tingkat menengah baru dikenalkan untuk membangun kerjasama, daya kritis dan argumen yang baik. 

"Sedangkan di tingkat sekolah atas atau SMA/SMK, kita beri pilihan mereka untuk melanjutkan ke kejuruan atau jurusan keilmuaan," ujar Jokowi.

Hal itulah yang diterjemahkan secara langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. " Harapan kami dengan berbagai program kesehatan di sekolah dan pembentukan karakter akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya sehat jasmani dan rohani. Tapi  juga memiliki karakter moral, kinerja dan  4 kompetensi dasar yakni berfikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif," pungkas Dayat.