Tim Pansus Ranperda Perumda Tunas saat melakukan peninjauan di PD RPH Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Tim Pansus Ranperda Perumda Tunas saat melakukan peninjauan di PD RPH Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mewujudkan Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) semakin serius.

Bahkan, untuk memastikan fasilitas PD RPH memenuhi kualifikasi dan ketentuan standart, tim panitia khusus (Pansus) Ranperda Perumdam Tunas secara langsung melakukan peninjauan di kantor PD RPH Jl. Kolonel Sugiono, Gadang Kota Malang.

Beberapa yang dilakukan peninjauan, mulai dari kandang sapi, keadaan ruang penyembelihan hingga pemotongan bagian-bagian hewan.

Ketua Pansus Ranperda Perumda Tunas, R Purwono Tjokro Darsono mengatakan sebagai perusahaan yang profit, masih ada beberapa yang harus diperhatikan PD RPH. Salah satunya berkaitan dengan bisnis yang masih dirasa belum digerakkan secara maksimal. 
"Jadi masih ada beberapa peluang yang tidak mereka kerjakan. Jadi istilahnya mereka berjalan apa adanya, walaupun dengan apa adanya profitnya tetap, tetapi kan banyak potensi-potensi yang harusnya bisa digarap dengan baik," ujarnya.

Potensi-potensi yang dimaksudkan disebutkannya, persoalan sarana produksi masih perlu peningkatan. Pria yang juga anggota fraksi Hanura-PKS ini mencontohkan seperti pembuatan daging untuk dijual menjadi produk olahan bakso, sosis dan yang lainnya. Kemudian yang selama ini hanya untuk penyembelihan daging, maka kedepannya bisa ditambahkan dengan unggas.

"Kita akan membuat bisnis yang lininya masih sama, terkait dengan daging olahan mulai dari bakso, sosis, kemudian pengembangan unggas yang belum masuk kita juga ingin itu masuk (dalam Perumda Tunas). Saya melihat potensi itu, untuk unggas sendiri kan di Kota Malang jumlahnya ribuan," imbuhnya.

Menurutnya, jika PD RPH bisa mengambil peluang itu maka bisa menambah perekonomian hingga ke luar kota. Misalnya saja ada warung makanan yang membutuhkan ayam, maka supliernya bisa diambilkan dari PD RPH. "Nah, itu nanti bisa dikoordinir dan dikerjakan RPH bisa jadi peluang besar. Kemarin itu saya main-main ke Jakarta ada satu rumah makan yang pemiliknya teman-teman dari Malang Anto Baret. Ini bisa menjadi jaringan yang ketika dikomunikasikan bisa menjadi peluang bisnis juga," paparnya.

Sementara itu, Manager PD RPH Kota Malang, Arif Adi Rendra menambahkan kedatangan dari tim Pansus Ranperda Perumda Tunas menjadikan motivasi bagi para karyawan PD RPH dalam pelayanan kepada masyarakat. Baik itu dari segi teknis, sarana prasarana, hingga aspek penjualan.

Terlebih PD RPH telah terjamin memiliki sertifikasi halal dari MUI. Di mana untuk memenuhi itu tidak hanya pemotongannya saja yang harus memenui standart, tetapi juga kebersihan hingga area penyimpanan yang steril.

"Memang ini untuk kesekian kalinya masih terkait dengan bisnis dan pekerjaan kita sehari-hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebenarnya kita nggak kurang, tapi untuk nantinya menuju Perumda Tunas ini orientasinya harus dikembangkan. Pastinya pemotongan sapi juga lebih besar, kemudian juga akan ditambah unggas. Jadi untuk menjadi unggulan itu dari definisi Agribisnis Perumda Tunas sendiri," ungkapnya.