Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang saat meninjau RTLH di Wedi Awu beberapa waktu lalu (Nana)
Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang saat meninjau RTLH di Wedi Awu beberapa waktu lalu (Nana)

MALANGTIMES - Program bedah rumah di bawah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, khususnya di wilayah pedesaan dekat lokasi wisata, di tahun 2019 ini selesai sudah. DPKPCK Kabupaten Malang telah menyelesaikan sembilan unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang berada di lokasi wisata pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo.

Bukan hanya sekedar menyelesaikan target penuntasan RTLH sebagai bagian program strategis dalam pengentasan kemiskinan. Program bedah rumah di bawah dinas yang dikomandani oleh Wahyu Hidayat ini juga terlibat dalam optimalisasi pariwisata. Khususnya dalam penyediaan homestay bagi para wisatawan di lokasi wisata.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

"Beberapa waktu lalu kita melakukan survei 9 unit RTLH di sekitar wisata Wedi Awu. Akhirnya kita temukan dan kita konsep untuk dilakukan bedah rumah yang fungsinya bisa dijadikan juga oleh pemilik sebagai homestay," kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang.

Dari hasil survei serta pembangunan itulah, kini RTLH warga di Wedi Awu telah terselesaikan serta menjelma sebagai rumah sehat yang difungsikan untuk tempat tinggal sekaligus bisa dijadikan homestay.

Wahyu juga mengatakan, program bedah rumah di warga Wedi Awu tetap berpegang pada aturan yang ada. Dimana pemilik rumah yang mendapat bantuan tersebut memenuhi syarat sebagai penerima program. "Jadi klop, mereka masuk kriteria dan kebetulan lokasinya juga di sekitar wisata pantai Wedi Awu yang memang belum atau minim tersedia homestay," ujarnya.

Plt Bupati Malang Sanusi pun akhirnya meresmikan program bedah rumah itu. Saat dirinya berkunjung ke Wedi Awu, dan secara simbolis meresmikan satu unit rumah milik pasangan Saimin-Miati, yang letaknya tak jauh dari pintu masuk pantai.

Sanusi juga menyampaikan terkait program bedah rumah di bawah kendali DPKPCK Kabupaten Malang, memang harus bisa menjangkau kemanfaatan di tiga sektor yang jadi prioritas program Kabupaten Malang. "Jadi bisa mengentaskan kemiskinan juga mendukung pariwisata dan menjaga lingkungan hidupnya. Program bedah rumah seperti ini yang terus kita lakukan di tahun berikutnya. Jadi sasarannya juga tidak terpaku pada wilayah-wilayah tertentu saja, tapi bisa lebih masuk pada berbagai program strategis kita," ungkap Sanusi.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Wahyu juga menyatakan hal serupa, bahwa program bedah rumah setiap tahunnya memang terus berkembang. Misalnya, hanya membantu untuk rehab RTLH saja menjadi rehab dan bangun total sampai dengan membangun jamban sehatnya juga yang jadi satu paket.

Di tahun 2019 ini juga program bedah rumah mulai menyasar RTLH di sekitaran lokasi wisata dan diproyeksikan nantinya menjadi homestay. Sehingga pemilik rumah juga bisa mendapatkan penghasilan atas rumahnya yang sudah dibangun ulang ataupun baru oleh Pemkab Malang.

"Jadi terus berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan program dan tentunya anggaran. Di Wedi Awu ini istilahnya jadi satu kali kayuh, dua tiga pulau terlalui. Pengentasan kemiskinan kena, pariwisata terlengkapi dan daya dukung untuk lingkungan hidup juga tercapai," pungkas Wahyu.