Hulu bekti saat akan diberikan kepada kepala desa saat di Balai Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu, Senin (19/8/2019) malam. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Hulu bekti saat akan diberikan kepada kepala desa saat di Balai Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu, Senin (19/8/2019) malam. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polo pendem, rujak legi, dawet, buah-buahan, sayuran dan tumpeng, jajanan pasar, buah-buahan, kubis, putih, ayam ingkung, dan jajanan pasar menjadi pusat perhatian warga Desa Pesanggrahan, Senin (19/8/2019) malam. Ribuan warga itu berkumpul di Balai Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu karena di sana sedang menggelar selamatan desa.

Selamatan desa atau bersih desa itu digelar untuk memperingati hari jadi Desa Pesanggrahan yang ke 163. Beragam makanan yang diarak itu merupakan hulu bekti yang dibawa oleh masing-masing Rukun Warga (RW).

“Setiap RW ini membawa hulu bektinya masing-masing, sesuai dengan keinginan RW-nya. Dan kebetulan di Desa Pesanggrahan ini ada 13 RW,” kata Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi.

Sebelum prosesi Hulu Bekti itu diarak, terlebih dahulu warga melakukan selamatan di masing-masing RW. Baru setelah selesai selamatan itu selesai Hulu Bekti diarak mulai dari RW masing-masing secara bersamaan hingga Balai Desa Pesanggrahan.

Tentunya momen seperti ini sudah ditunggu-tunggu oleh warga sekitar yang tidak sabar melihat dan menikmati hulu bekti tersebut.

Sebelum mereka diperbolehkan mengambil Hulu Bekti, tokoh RW itu terlebih dahulu menyerahkannya kepada kepala desa. Setelah kepala desa menerima Hulu Bekti ditambah dengan doa itu, baru warga boleh mengambil jajanan yang dibawa.

Warga pun langsung meraih hulu bekti yang diperbolehkan untuk diambil. Mulai dari anak-anak hingga dewasa tidak ketinggalan memanfaatkan jabutan itu.

“Sebab konon katanya jika mengambil Hulu Bekti itu akan dimurahkan rejekinya. Karena itu banyak warga yang memanfaatkan momen ini meskipun di malam hari,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan tumpengan yang dibuat dari kubis yang cukup besar juga menjadi sasaran warga sekitar. Arak-arakan Hulu Bekti ini merupakan rangkaian dari Bersih Desa Pesanggrahan ke 163.

Sedangkan bersih desa ini rutin dilakukan setiap tahun pada hari Senin Kliwon pada bulan penanggalan Jawa, Wulan Besar. “Kita tidak bisa meninggalkan sebuah tradisi, ini juga wujud syukur dan doa kita, karena warganya diberikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan," tambah Yudi. 

Sebelum dilakukan arak-arak itu, pagi dilakukan Qotmil Quran Bil Ghoib. Kemudian dilanjutkan dengan selamatan sumber mata air. 

“Selamatan sumber mata air ini kita lakukan di tiga sumber. Yakni di sumber mata air Kasinan, Dusun Srebet Barat, Blumbang Macarai, Pandan Rangkang Lembah Putih,” jelasnya. 

Lalu dilanjutkan dengan selamatan di Bedah Kerawang Desa Pesanggrahan. Dan berlanjut selamatan di rumah kepada desa, hingga selamatan di setiap RW dan melakukan arak-arakan. 

Sementara itu pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menambahkan, Desa Pesanggarahan juga kental dengan tradisi budayanya. Tradisi selamatan desa yang dapat menarik wisatawan.

“Sebuah tradisi di Desa Pesanggrahan harus terus dipertahankan, karena dari sini ini yang menarik perhatian dari wisatawan,” ungkap Imam. 

“Jangan sampai punah sebuah kebudayaan yang sudah dimiliki. Apalagi ini juga upaya mengguyubkan warganya,” harapnya.