MALANGTIMES - Plt Bupati Malang Sanusi memberikan janjinya kepada para narapidana yang sedang menyelesaikan masa hukumannya di Lapas Lowokwaru Malang dan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Dimana, dirinya menjanjikan akan merangkul para napi yang telah selesai menjalankan masa hukuman pidananya.

Janji ini terlontar setelah Sanusi terpesona dengan berbagai kreasi dan penampilan para napi dalam merayakan hari ulang tahun kemerdekaan ke-74 di Lapas Perempuan Kelas II A Malang.

Berbagai kreasi dan kemauan para napi itulah yang membuat Sanusi menjanjikan akan merangkul mereka nantinya. "Warga binaan setelah bebas akan ditindaklanjuti oleh Pemkab Malang. Saya sudah sampaikan ke pak Sekda (Didik Budi Muljono, red) untuk menindaklanjutinya," ucap Sanusi.

Tindaklanjut yang disampaikan Sanusi tersebut, terkait minat dan bakat warga binaan pada nantinya. "Mereka yang ingin kerja akan dibina Disnaker, yang suka peternakan nanti biar dinas peternakan yang akan dampingi. Begitu pula hal lainnya. Ini saya harapkan bisa dirangkul semuanya," ujarnya.

Selain memberikan harapan kepada para warga binaan tersebut, Sanusi juga menegaskan, bahwa fitrah mereka sebagai manusia sama dengan lainnya. Bahkan, politikus PKB ini berharap banyak dengan dirangkulnya mereka ke arah yang produktif dalam kehidupannya nanti, stigma negatif yang masih melekat atas eks napi bisa terus menghilang di Kabupaten Malang.

"Masyarakat harus ikut membantu agar bekas narapidana kembali ke jalan yang benar. Karena pada hakekatnya manusia sama, setelah menjalani masa hukumannya harus diterima sebagai masyarakat,” ucapnya.
Selain hal tersebut, Sanusi juga menyampaikan Pemkab Malang akan siap untuk membantu kedua lapas yang ada di kota Malang yang telah overload. Yakni, dengan mempersiapkan anggaran untuk pembangunan fasilitas umum (fasum) di lapas yang ada di Ngajum, Kabupaten Malang.

Di Ngajum, seperti diketahui Kemenkumham  memiliki lahan seluas 20 hektar yang dijadikan pondok asimilasi yang merupakan bagian dari Lapas Kelas 1 Lowokwaru. " Letaknya di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, lahan itu bisa dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan overload di dua lapas yang ada. Kenapa nggak lahan itu dimanfaatkan saja, begitu. Nanti fasumnya akan kami bantu," ungkapnya yang akan membicarakan hal itu ke Kemendagri dan Kalapas Kemenkumham.

Terpisah, Kalapas Kelas I A Malang, Yudi Suseno menyambut baik tawaran tersebut. Dimana, dirinya mengatakan, kondisi lapas memang telah overload. "Dari kapasitas 1.232 narapidana, kini terisi  2.841 orang. Tawaran Pemkab Malang itu tentunya kami sambut baik," ujarnya yang juga berjanji akan segera berkomunikasi dengan Kanwil Kemenkumham Jatim dan Dirjen Pemasyarakatan.
"Segera nanti kami komunikasikan dengan Kanwil maupun Dirjen Pemasyarakatan," ujar Yudi.