Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyatakan progres jembatan jurang mayit Srigonco, Bantur, masih belum terselesaikan karena bantuan pusat belum turun (dok MalangTIMES)
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyatakan progres jembatan jurang mayit Srigonco, Bantur, masih belum terselesaikan karena bantuan pusat belum turun (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Target awal jembatan jurang mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Batur, yang diharapkan bisa difungsikan Agustus 2019, tidak bisa terealisasi. Pasalnya, pembangunan jembatan baja yang akan memangkas rute kendaraan menuju wisata Malang Selatan masih belum tuntas 100 persen sampai saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Romdhoni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, yang menyatakan kondisi pembangunan jembatan baja tersebut masih 70 persen sampai saat ini.
"Jembatan baja di Srigonco progresnya masih 70 persen. Kami belum bisa memastikan kapan bisa difungsikan," ucap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini menjawab terkait target penyelesaian jembatan yang telah dibangun sejak tahun 2017 lalu.

Target awal penyelesaian jembatan jurang mayit sempat dipatok di Agustus 2019 ini. Tapi beberapa kendala memang tidak bisa dihindarkan sehingga penyelesaian pun mengalami kemoloran. Khususnya terkait bantuan dari pemerintah pusat untuk pengadaan rangka baja jembatan senilai Rp 8 miliar yang belum turun sampai saat ini.
Hal inilah yang membuat jembatan jurang mayit kembali mengalami kemoloran dan tidak bisa sesuai target yang telah disampaikan. "Permohonan bantuan untuk rangka baja inilah yang belum terealisasi sehingga membuat penyelesaian juga tidak bisa sesuai target. Ajuan bantuan sudah lama kita sampaikan, tapi belum ada kejelasan sampai saat ini," ujar Romdhoni.

Kondisi tersebut tentunya menjadi dilema tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang dalam mewujudkan akses transportasi yang baik dan sesuai spek fungsi jalur jalan tersebut. Padahal, dengan penyelesaian jembatan jurang mayit serta peningkatan kualitas sepanjang jalan dari wilayah Bantur itu akan membuat arus kendaraan akan semakin banyak menuju lokasi wisata di Malang Selatan.

Romdhoni pun tidak bisa memastikan terkait penyelesaian jembatan, sampai adanya kepastian bantuan dari pusat turun. "Jadi memang tergantung bantuan pusat turunnya kapan. Bila cepat dan masih di tahun ini, kita bisa kebut penyelesaian sampai akhir tahun ini. Sebaliknya, kalau tidak ada kepastian maka bisa molor juga," ucapnya yang menegaskan, bantuan yang sudah lama diharapkan itu apabila sudah turun, tinggal memasang dan tahap finishing saja.

"Jadi kalau tahun ini bisa turun bantuan itu, kita bisa selesaikan cepat dan jembatan bisa difungsikan juga secepatnya," imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemkab Malang melalui anggaran daerah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 12 miliar pada tahap pertama dan kedua di tahun lalu. Untuk tahap pertama Rp 5 miliar, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 7 miliar.

Anggaran sebesar itu pun ditindaklanjuti dengan tahap ketiga di tahun 2019 dengan total anggaran yang direncanakan sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan untuk pengadaan rangka baja jembatannya Rp 8 miliar yang diajukan kepada pemerintah pusat.

Sayangnya untuk ajuan bantuan anggaran ke pusat melalui Kementerian PUPR inilah yang sampai saat ini belum ada kepastian serta mengakibatkan jembatan yang panjangnya 102 meter ini harus kembali molor dari target.
"Harapan kita tahun ini sudah ada kepastian untuk rangka bajanya. Sehingga bisa terselesaikan jembatan jurang mayit di tahun ini. Hal ini tentunya akan sangat berdampak pada sektor pariwisata di beberapa hari besar di akhir tahun ini," pungkas Romdhoni.