Raffi Ahmad dan Billy Saputra saat berboncengan tanpa kenakan helm di jalan raya dalam tayangan Billy and Friends (youtube).
Raffi Ahmad dan Billy Saputra saat berboncengan tanpa kenakan helm di jalan raya dalam tayangan Billy and Friends (youtube).

MALANGTIMES - Raffi Ahmad merupakan salah satu publik figur yang paling banyak digandrungi warga Indonesia. Mulai dari remaja, muda, hingga tua sangat menggilai presenter yang sudah lama bergelut di dunia entertainment itu.

Sosok bapak satu anak ini pun tak jarang menjadi contoh bagi banyak kalangan. Gaya berpakaian hingga caranya bersosialisasi yang sering ditunjukkan di layar TV hingga konten Youtube sering dijadikan contoh anak-anak remaja masa kini.

Tapi baru-baru ini, Raffi Ahmad sepertinya dengan tidak sadar telah memberikan contoh yang kurang baik pada masyarakat. Melalui sebuah acara yang ia bintangi bersama Billy Saputra, Raffi tampak melakukan pelanggaran lalu lintas, yaitu tidak menggunakan helm saat berkendara menggunakan roda dua di jalanan.

Hal itu dipertontonkan dalam channel Youtube Trans TV Official dengan judul Raffi Billy - Lucunya Bily Disuggest Raffi Jadi Elvia. Pada menit ke enam, Raffi dan Billy tampak berboncengan menggunakan kendaraan roda dua untuk mencari makanan. Tapi saat itu kedua nya tidak mengenakan helm sebagai penutup kepala yang memang semestinya dikenakan oleh para pengendara motor.

Di menit berikutnya, Raffi dan Billy tampak berhenti dan memarkirkan kendaraannya. Kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.

Menanggapi itu, Dekan Fakultas Psikologi UMM, Muhammad Salis Yuniardi menyampaikan, seorang publik figur seperti Raffi Ahmad tentunya memiliki peran besar sebagai contoh dan model masyarakat utamanya remaja. Sehingga bukan tidak mungkin caranya mengendarai motor tanpa menggunakan helm akan dicontoh.

Namun meski begitu, lanjutnya, masyarakat utamanya warganet memiliki karakteristik yang berbeda. Karena warganet cenderung pandai dan tidak serta merta meniru apa yang berkembang di media sosial. Termasuk dengan cara yang dilakukan oleh idola mereka sendiri.

"Warganet banyak yang cerdas, mereka tidak akan dengan mudah terpengaruh atau mengikuti apa yang dilakukan idolanya. Meski pada dasarnya apa yang dilakukan seorang publik figur itu akan ditiru oleh remaja. Terutama remaja yang masih belum memiliki karakter," katanya saat dihubungi MalangTIMES melalui jaringan seluler, Senin (19/8/2019).

Dia menjelaskan, seorang remaja memang memiliki kecenderungan menjadikan publik figur sebagai model yang ia tiru. Karena dalam usia remaja, kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak menjadikan orangtua sebagai contoh. Karena itu menjadi salah dari bagian pengembangan identitas adalah lepas dari sosok orangtua.

"Dan di era terbuka seperti sekarang, seorang remaja akan dengan sangat mudah mendapat sosok publik figur yang akan mereka contoh. Termasuk perilaku dari tokoh yang mereka pilih dengan penilaian mereka sendiri," imbuhnya.

Sebagai sosok yang cukup banyak berpengaruh, menurutnya setiap publik figur memang harus lebih terbuka dengan posisinya yang banyak dipandang dan dijadikan contoh. Sehingga, sudah semestinya setiap publik figur memberi contoh positif saat berada di depan umum, tanpa kecuali melalui konten yang disuguhkan seperti dalam Youtube.

"Mereka harus tahu jika menjadi publik figur bukan hanya tentang dirinya saja. Karena itu adalah tuntutan yang harus ada pada mereka," jelasnya.