Tersangka Yoko Efendi beserta barang bukti sabu-sabu saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Yoko Efendi beserta barang bukti sabu-sabu saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang sepertinya masih menjadi wilayah sasaran empuk bagi para bandar narkoba. Buktinya, akhir pekan lalu, jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus seorang pelaku yang terlibat jaringan peredaran sabu.

Tersangka yang  diamankan polisi itu bernama Yoko Efendi (27),warga Jalan Arjuna, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. ”Tersangka Yoko yang baru saja kami amankan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus peredaran sabu atas tersangka yang berhasil kami ungkap sebelumnya,” kata KBO Satreskoba Polres Malang Iptu Suryadi, Senin (19/8/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, Sabtu (17/8/2019) anggota Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus Arib Hendri Atmoko, warga Dusun Kampung Putih, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit. Tersangka Arib dibekuk lantaran tertangkap tangan memiliki sabu. Dari hasil penyidikan polisi,  Arib mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seorang temannya bernama Yoko Efendi.

Dari pengakuan tersangka Arib inilah, polisi langsung melakukan pengembangan. Dari hasil penyelidikan, petugas mendapat informasi bahwa Yoko tinggal di salah satu ruko Istana Lawang  Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang.

Tidak mau targetnya lolos, beberapa anggota kepolisian langsung dikerahkan ke  tempat tinggal pelaku Yoko. Saat dilakukan pengintaian selama beberapa jam, Sabtu (17/8/2019) malam, tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB, polisi mendapati pelaku pulang ke tempat tinggalnya. Yoko pun langsung diamankan oleh petugas.

”Tersangka Yoko ini kami amankan sesaat setelah bertransaksi narkoba. Hingga kini kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Diduga masih banyak pelaku yang terlibat dalam kasus peredaran sabu yang baru saja berhasil kami ungkap ini,” terang Suryadi.

Yoko, yang hanya tamatan SMP tersebut, tak bisa mengelak saat polisi menemukan satu poket sabu yang disimpan di saku jaket yang dia kenakan. Selain menyita satu poket sabu seberat 0,84 gram, polisi juga mengamankan satu unit handphone  yang digunakan sebagai sarana bertransaksi narkoba.

”Terhadap tersangka, kami sangkakan dengan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ujar Suryadi.