MALANGTIMES - Meski sudah sering keluar masuk penjara karena terlibat kasus kriminal, nyatanya tidak membuat Abdul Holiq warga Jalan Muharto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini merasa jera. Sabtu (17/8/2019), pria 39 tahun tersebut kembali dijebloskan polisi ke dalam bui karena “penyakitnya” kambuh.

”Tersangka Abdul ini kami amankan sesaat setelah melancarkan aksi perampasan terhadap korban yang diketahui masih berstatus pelajar,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Minggu (18/8/2019).

Dari hasil penyidikan polisi, tersangka Abdul kedapatan sudah sering melancarkan aksi pemerasan. Ketika beraksi, pelaku selalu menjadikan pelajar sebagai sasarannya. ”Dari hasil penyidikan sementara, tersangka sudah melakukan pemerasan sebanyak 17 kali. Dimana 6 kasus terjadi di wilayah hukum Polsek Singosari, 6 kasus di wilayah Hukum Polres Malang Kota, dan sisanya 5 kasus terjadi di wilayah hukum Polres Batu,” terang Supriyono.

Modus yang digunakan pelaku, lanjut Supriyono, yakni dengan cara menghadang seorang pelajar mulai dari SMP hingga SMA saat mereka pulang dari sekolah. Di saat bersamaan, tersangka akan menuduh jika korban telah berkelahi dengan keponakannya.

Seolah-olah tidak terima karena ponakannya berkelahi dengan korban. Pelaku akan membawa setiap korbannya ke tempat sepi. Ketika itu terjadi, tersangka akan langsung meminta berbagai barang berharga milik korban, seperti handphone hingga uang. Jika tidak segera diserahkan, pelaku mengaku tidak akan segan-segan menghajar korban.

Meski merasa tidak pernah berkelahi dengan keponakan tersangka, korban yang masih berstatus pelajar itu akhirnya terpaksa menuruti permintaan pelaku lantaran merasa ketakutan. Usai mendapatkan barang rampasan, tersangka seketika meninggalkan lokasi kejadian.

”Kasusnya masih dalam tahap pengembangan, diduga kuat tersangka Abdul ini sudah sering melancarkan aksi pemerasan di lebih dari 17 TKP (Tempat Kejadian Perkara),” sambung Supriyono kepada MalangTIMES.com.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan yang diterima oleh Polsek Singosari, dimana sejak tanggal 6 hingga 14 Agustus telah terjadi aksi perampasan dengan modus yang sama.

Mendapat laporan tersebut, polisi sempat menduga jika pelakunya dilakukan oleh satu orang yang sama. Sebab dari ciri-ciri yang disebutkan masing-masing korban, menyatakan jika pelakunya mengarah ke satu orang.

Tanpa menunggu lama, beberapa anggota Unit Reskrim Polsek Singosari diterjunkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan. Hasilnya saat polisi melacak nomor handphone milik salah satu korban. Petugas mendapat keterangan jika pelakunya mengarah kepada Abdul Holiq.

Anggota korps berseragam coklat ini, langsung dikerahkan untuk mengintai segala gerak-gerik pria yang nyaris berusia kepala empat tersebut. Hingga akhirnya pada Sabtu (17/8/2019) pagi, pelaku nampak sedang mencari sasaran di kawasan Jalan Tumapel, Kecamatan Singosari.

Benar saja, beberapa saat kemudian pelaku langsung menghadang dua pelajar yang melintas di depannya. Dengan modus yang sama, pelaku mengajak kedua korban ke tempat sepi yang kemudian melakukan perampasan.

Usai mendapatkan dua buah handphone milik korban, pelaku langsung meninggalkan keduanya. Namun sebelum berhasil melarikan diri, polisi yang melakukan pengintaian langsung meringkus tersangka. ”Guna kepentingan penyidikan, pelaku beserta dua handphone hasil rampasan langsung kami amankan ke Polsek Singosari,” imbuh Supriyono.

Di hadapan penyidik, tersangka Abdul mengaku jika barang hasil rampasan sebagian dijual dan sebagian lainnya masih tersimpan di rumahnya. Mendapat keterangan tersebut, polisi langsung menggeledah kediaman tersangka dan mendapati berbagai barang bukti.

Barang bukti hasil rampasan yang disita polisi saat menggeledah rumah tersangka yang beralamat di Jalan Muharto ini, meliputi satu unit motor Revo nopol N-2833-CB yang dijadikan sarana melakukan perampasan, serta tiga unit handphone yang diketahui milik korban.

Selain itu dua buah kartu ATM, serta 6 lembar nota penjualan handphone hasil rampasan juga turut diamankan polisi sebagai barang bukti. ”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman,” tegas Supriyono.

Belakangan diketahui, sebelum dijebloskan ke tahanan Mapolsek Singosari. Tersangka Abdul ini ternyata merupakan seorang recidivis. Bahkan pria yang mengaku bekerja sebagai karyawan swasta ini, sudah pernah meringkuk di dalam sel tahanan sebanyak 2 kali sebelum akhirnya kembali diringkus anggota Polsek Singosari.

”Tersangka ini merupakan seorang recidivis, dulu pelaku juga pernah dipenjara karena melakukan perampasan di wilayah Malang Raya. Terakhir tersangka dinyatakan bebas dari tahanan pada bulan Mei 2015 lalu,” tutup Supriyono.