Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dari data Pemprov Jawa Timur, ada 55 sumur bor di Kota Batu, hanya saja ini tidak diyakini oleh Perumdam Among Tirto. Sebab dirasa jumlah itu masih banyak, karena itu pihaknya membentuk tim identifikasi sumber mata air dan bor.

“Jumlah itu dari data mereka yang meminta izin. Tapi saya yakin masih ada yang tidak melakukan izin, sehingga perlu dibentuknya tim ini,” kata Direktur Perumdam Among Tirto, Sunaedi. 

Ia menjelaskan, selama ini izin adanya sumur bor itu langsung kepada Pemprov Jatim. Sedangkan yang lebih mengetahui kondisi adalah pemerintah daerah. 

“Idealnya Pemkot Batu memiliki kewenangan merekomendasikan izin ke Pemprov Jatim,” imbuhnya.

Karena itu Perumdam Among Tirto mengusulkan dalam draft Perda Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tentang antisipasi terhadap maraknya sumur bor di Kota Batu.

Sebab dengan maraknya sumur bor ini akan berimbas pada jangka panjang terkait pasokan air. Tentunya akan berdampak pada penurunan debit air.

Menurutnya dengan hadirnya tim yang baru saja dibentuk, Perumdam Among Tirto juga akan melakukan kajian dampak dari banyaknya sumur bor di Kota Batu. 

“Tim baru saja dibentuk sekitar dua pekan lalu. Juga bertugas untuk mencatat debit air yang keluar,” tutupnya.