MALANGTIMES - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah mengumumkan jika pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 segera dibuka Oktober mendatang. Setiap daerah sebelumnya juga sudah membuat usulan terkait kebutuhan tenaga, tanpa kecuali Kota Malang.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, formasi tenaga pendidik atau guru dan tenaga medis merupakan yang paling dibutuhkan. Hal itu masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, dalam seleksi CPNS 2019, dia berharap formasi yang diajukan ke pusat dapat dipenuhi.

"Yang diutamakan secara nasional memang guru dan medis, yang kebutuhannya memang besar. Selain itu kami juga ajukan formasi umum. Jumlahnya lebih dari 100," katanya pada wartawan baru-baru ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menyampaikan, jika untuk formasi pendidikan Kota Malang telah mendapat kuota bagi guru CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja). 

Masing-masing mendapat kuota sebesar kurang lebih 100. Angka itu sebagian besar untuk mengisi formasi guru SD. Sebab jumlah sekolah dasar di Kota Malang terbilang sangat banyak.

Perempuan berhijab itu menjelaskan, guru PNS di Kota Malang tahun ini sudah banyak yang pensiun. Begitu juga dengan tahun 2020. Sehingga, kebutuhan akan guru PNS akan bertambah. Meski begitu, ia menegaskan jika kota pendidikan ini tak kekurangan guru atau pengajar. Karena ada Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengisi formasi. Mereka pun dapat dirotasi untuk menjadi PNS.

"2020 memang banyak guru PNS yang pensiun," terangnya.

Sementara itu, total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 yang mencakup 100.000 ribu formasi CPNS 2019 dan 100.000 formasi P3K 2019 tahap kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada Seleksi P3K Tahap Pertama.