Agus Styawan alias Sentolop, tersangka beserta barang bukti ganja ratusan gram, saat diamankan Satreskoba Polres Malang. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Agus Styawan alias Sentolop, tersangka beserta barang bukti ganja ratusan gram, saat diamankan Satreskoba Polres Malang. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tanggal 17 Agustus mestinya menjadi hari istimewa bagi Agus Styawan alias Sentolop. Bukan hanya karena 17 Agustus hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, tetapi juga hari kelahiran Sentolop.

Namun sayang, Sentolop harus merasakan dinginnya tahanan pada momen hari kelahirannya itu. Pasalnya, tepat Sabtu 17 Agustus, pria kelahiran 17 Agustus 1992 itu dibekuk Satreskoba Polres Malang lantaran terlibat peredaran narkoba jenis ganja.

Tidak tanggung-tanggung, dari tangan salah satu warga Jalan Salak, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, ini, polisi mengamankan ratusan gram ganja siap edar. ”Setelah melakukan pengembangan dari beberapa kasus yang kami tangani, pelaku mengaku jika mendapatkan pasokan ganja dari tersangka Sentolop. Setelah memastikan jika yang bersangkutan sedang berada di rumahnya, petugas langsung dikerahkan untuk meringkus tersangka,” kata KBO Satreskoba Polres Malang Iptu Suryadi, Minggu (18/8/2019).

Ketika diringkus di rumahnya yang beralamat di kawasan Desa Putat Lor, polisi juga menyita berbagai barang bukti dari pria 27 tahun tersebut. Di antaranya dua poket ganja siap edar dengan berat total 501,30 gram, 1 unit timbangan elektrik, serta berbagai peralatan untuk memasarkan ganja.

Tidak hanya itu. Saat menggerebek kediaman tersangka yang hanya tamatan SMP ini, polisi juga menyita dua poket biji ganja dengan berat total 13,79 gram serta dua unit handphone yang digunakan untuk sarana bertransaksi narkoba.

”Dari hasil penyidikan sementara, tersangka mengaku jika biji ganja tersebut rencananya bakal ditanam oleh pelaku. Nantinya jika sudah panen, ganja akan dijual kepada para pengedar yang ada di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya,” terang Suryadi kepada MalangTIMES.com.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus melakukan pengembangan. Diduga kuat, peredaran ganja yang melibatkan tersangka Sentolop ini memiliki banyak jaringan.

Akibat perbuatannya tersebut, Sentolop terpaksa merayakan hari ulang tahunnya di balik jeruji tahanan Polres Malang. ”Kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Dua pelaku lain yang diduga terlibat sudah kami kantongi identitasnya. Tim saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan. Sedangkan terhadap tersangka Sentolop, kami jerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tutup Suryadi.