Hari Kemerdekaan, Polisi Diserang Terroris di Surabaya

MALANGTIMES -  Tepat di Hari Kemerdekaan 17 Agustus ini seorang anggota polisi menjadi korban penyerangan yang diduga terroris. Hingga saat ini pelaku belum diketahui identitasnya. Namun yang pasti polisi sudah berhasil melumpuhkannya.

Peristiwa terjadi di Polsek Wonokromo, sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu petugas SPKT yang sedang berjaga didepan didatangi seorang pria dengan usia sekitar 30 tahun.

Pria asing itu tiba-tiba saja mengeluarkan sebilah celurit. Dia langsung menyabetkan celurit itu ke tubuh anggota polisi. Sehingga sempat mengenai anggota tubuh petugas.

Kemudian anggota SPKT ini teriak minta tolong. Dan seketika itu anggota reskrim datang membantu serta melakukan penembakan   sehingga pelaku dapat diamankan anggota reskrim Wonokromo.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pria tersebut mendatangi petugas SPKT Polsek Wonokromo seperti hendak melapor, tapi belum jelas tentang apa. 

"Saat mau dilayani, orang itu langsung menyerang anggota. Pelaku langsung dilumpuhkan oleh anggota piket Reskrim," ujarnya.

Dua anggota Polisi tersebut terluka di bagian kepala dan tangan. Yaitu, Aiptu Agus dan Briptu Febian yang mengalami lebam di bagian muka.

Polisi yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara pelaku telah ditangkap dan sedang diinterogasi.

Dari hasil olah TKP sementara diamankan beberapa barang bukti. Yaitu, sebilah pisau penghabisan, celurit, ketapel, senpi gas, kaos warna hijau, alat mandi, ransel hitam dan dua lembar kertas dengan tulisan Arab.

 

Top