74 Tumpeng Warga Mulyorejo, Penghantar Doa Demi Kesejahteraan Indonesia

Aug 17, 2019 18:38
Foto drone yang diambil warga Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang menampilkan konfigurasi tumpeng membentuk angka 74. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Foto drone yang diambil warga Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang menampilkan konfigurasi tumpeng membentuk angka 74. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam budaya Jawa, kehadiran tumpeng merupakan simbolisasi harapan. 

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Hari ini (17/8/2019) mereka menggelar upacara bendera HUT ke-74 Kemerdekaan RI dengan menghadirkan 74 tumpeng di tengah lapangan.

Tumpeng-tumpeng itu pun ditata sedemikian rupa hingga membentuk angka 74. Dilengkapi dengan lauk pauk selamatan seperti ayam goreng, sambel goreng kentang, sayur mayur dan lalapan, tumpeng-tumpeng itu juga berhias bendera merah putih kecil. 

Diletakkan di antara inspektur upacara dan peserta, tumpeng beraneka warna tersebut diharapkan menjadi penghantar doa demi kesejahteraan Indonesia

Peserta upacara sendiri terdiri dari ratusan orang yang merupakan warga setempat. Mulai dari pegawai dan staf kelurahan, Linmas, siswa-siswi SD, MI dan SMP se-Kelurahan Mulyorejo. 

Acara pun berjalan khidmat disertai doa bersama seluruh peserta saat rangkaian upacara berakhir.

Tak hanya sakral, upacara yang digelar warga Mulyorejo juga terkesan meriah. 

Sebelum upacara dimulai, peserta upacara disuguhi dengan pertunjukan marching band dari salah satu sekolah yang ada di kelurahan Mulyorejo. 

Lantas usai upacara, warga melalukan aksi paper mob yang membentuk bendera merah putih.

Camat Sukun, Widi Eka Wirawan yang juga bertindak sebagai inspektur upacara ini, mengungkapkan bahwa pembuatan tumpeng massal tersebut merupakan inisiatif warga.

Tumpeng-tumpeng itu adalah hasil patungan warga di setiap RT dan RW. 

Baca Juga : Film Dokumenter The Beatles 'Get Back' Rilis September 2020

"Ada 60 RT dan 7 RW kemudian ditambah donatur lain sehingga dipaskan 74 tumpeng," ujarnya.

Widi menguraikan, alasan penggunaan tumpeng itu salah satunya adalah melestarikan budaya Jawa. 

Menurutnya, tumpeng adalah sarana dan lambang bersyukur. 

"Dalam tumpeng ada putih, merah dan kuning. Merah lambang keberanian, putih kesucian dan kuning lambang kesejahteraan. Dulu kuning adalah melambangkan padi,  kesejahteraan berawal dari padi yang di tanam oleh warga. Ini sebagai tanda bahwa kami bersyukur," papar Widi.

Widi menyebut, upacara dengan menggunakan tumpeng dan juga aksi paper mob ini merupakan hal yang baru bagi warga kelurahan. 

Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya hanya menggelar upacara bendera biasa. 

"Tahun ini yang paling beda dan paling meriah karena jika dulu hanya upacara tahun ini ada warna-warni tumpeng dan juga ada unsur kreativitas warga," tuturnya.

Dia berharap, semangat dan kreativitas warga bisa berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. 

Sekaligus juga mengilhami agar warga mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif yang bisa memajukan daerah. 

"Semangat warga ini selaras dengan tema peringatan yang diangkat dalam perayaan HUT ke-74 RI tahun ini, yakni SDM Unggul, Indonesia Maju," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangHUT ke 74Kemerdekaan RI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru