Kajari Kota Malang, Amran Lakoni (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kajari Kota Malang, Amran Lakoni (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus penjualan aset Pemkot Malang di Jalan BS Riadi, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang yang kini sudah menetapkan tiga tersangka, dan baru-baru ini menetapkan satu lagi tersangka, berinisial C, kini berpotensi menyeret tersangka baru.

Hal tersebut, dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Amran Lakoni, saat ditemui MalangTIMES, dalam agenda perayaan ulang tahunnya yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke 74.

Dijelaskannya lebih lanjut, dalam hal ini terdapat dua orang yang berkaitan dengan C yang bisa juga berpotensi menjadi tersangka.

"Ya ada dua lagi. Ada satu dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu orang dari salah satu organisasi," ungkap Kajari (17/8/2019).

Namun, pihaknya masih enggan menyebut secara detail nama atau inisial dua orang yang berpotensi menjadi tersangka tersebut, termasuk dimana oknum ASN bertugas. Termasuk nama organisasi dari satu orang yang lain.

"Nantilah. Yang jelas, penyidikan masih terus dilakukan," bebernya.

Sampai sejauh ini, mengenai kasus aset pihaknya menjelaskan telah memeriksa delapan orang saksi untuk tersangka C maupun untuk pengembangan ke arah tersangka baru.

"Ya mudah-mudahan segera selesai. Yang jelas semua yang terkait akan kami tindak dan kami usut," jelasnya.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Malang telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penjualan aset Pemkot. 

Pertama, adalah notaris Natalia Cristiana, kemudian Leonardo Wibowo dan satu orang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dan baru-baru ini, Kejari Kota Malang kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut yakni seorang laki-laki bernama Candra. 

Dengan begitu, total tersangka dalam kasus penjualan aset Pemkot menjadi empat orang dan dikatakan Kajari masih bisa bertambah lagi.