Suasana pengukuhan Paskibraka Kota Malang 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana pengukuhan Paskibraka Kota Malang 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Kurang lebih 70 putra-putri daerah Kota Malang yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) resmi dikukuhkan Wali Kota Malang Sutiaji di ruang pertemuan Dispora Kota Malang, Kamis malam (15/8).

Setalah ditempa latihan keras selama sebulan lebih, pasukan yang dibagi dalam formasi 45, 8 dan 17 ini resmi didapuk untuk mengibarkan sang saka Merah Putih dalam memperingati HUT Ke-74 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus besok.

"Saya sebetulnya ingin bahwa 17 Agustus itu dikenang benar bahwa inilah momen yang harus diingat. Merdeka itu bukan harga yang ringan. Maka keharusan kita untuk mengenang peristiwa 17 Agustus. Harapan saya, patriotisme kita semakin muncul," ungkap Sutiaji.



Terlebih, kesempatan mengemban tugas sebagai pengibar bendera menjadi momentum dan tonggak bersejarah sebagai pemimpin di masa depan. Jadi, keinginan untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jangan sampai hanya dianggap omong kosong belaka.

Sutiaji mengaku  punya kegelisahan dari hari ke hari karena degradasi moral dan mental generasi muda sehingga seakan NKRI itu hanya omongan kosong. "Tapi ketika kita bilang NKRI, berarti kita harus cinta Indonesia. Bagaimana kita bisa cinta Indonesia kalau tidak menghargai perjuangan bangsa. Kalau tidak menghargai perjuangan bangsa, maka kita dianggap tidak menghargai atau membaca sejarah. Itu yang harus kita kuatkan," imbuh wali kota. 

Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan, para siswa siswi SMA/SMK yang telah terpilih menjadi Paskibraka Kota Malang diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai patriotisme ikut berkibar. "Mereka itu pilihan dan sudah digembleng. Saya ingin nilai-nilai patriotisme itu berkibar dari anak-anak tunas Paskibraka. Latihan dan hari 17 Agustus itu hanya seremonial, tapi yang terpenting memaknainya dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Sutiaji.