PKKMB UM di Graha Cakrawala. (Source: akun Instagram @mahasiswaum)
PKKMB UM di Graha Cakrawala. (Source: akun Instagram @mahasiswaum)

MALANGTIMES - Sedang hangat diperbincangkan warganet di media sosial Instagram maupun Twitter soal Pengenalan Kehidupan Kampus Universitas Brawijaya (PKKMU) vs Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Malang (UM).

Hal ini dipicu oleh postingan sensitif akun Instagram @drama.brawijaya yang mengunggah screenshot status WhatsApp yang bertuliskan, "Ngeliat PKKMU UB, mabanya sholat jamaah dan pecahin rekor MURI Perkusi. Terus ngeliat PKKMB UM mabanya diajakin konser. Ko rasanya nganu sekali ya. Treatment di awalnya aja udah beda kelas. Ya pantes kalau output-nya juga beda kualitas."

Menanggapi hal ini, Ketua Panitia PKKMB UM, Prof Dr Sugeng Utaya MSi menyampaikan bahwa konser tersebut tidak ada dalam schedule PKKMB UM. Ia menyatakan, konser tersebut hanyalah selingan di sela kegiatan PKKMB agar mahasiswa baru senang dan tidak tegang.

"Konser itu sebenarnya di luar 6 hari schedule kami. Itu hanya selingan untuk refreshing di sela-sela, diselingi sedikit agar tidak tegang," ucapnya saat dihubungi MalangTIMES via telepon WhatsApp, Kamis (15/8/2019).

PKKMB UM sendiri mengusung tema Perguruan Tinggi NKRI. Oleh karenanya, materi-materi yang diberikan adalah terkait dengan pemahaman kebangsaan dan bela negara, mulai dari kehidupan bernegara, anti korupsi, bela negara dari Kanit Polda, hingga pemberian materi keagamaan.

"Intinya yaitu akademik dan untuk membangun komitmen kebangsaan, itu yang kita tanamkan," tandasnya.

Namun, selain mendapatkan wawasan kebangsaan untuk memperkuat NKRI, yang terpenting adalah mahasiswa tetap senang dan sehat dalam menjalankan PKKMB tersebut.

 

"Konser itu selingan aja biar mahasiswa tidak tegang dan tidak sakit, itu yang penting. Karena 6 hari mengikuti PKKMB jadi kesehatannya rawan. Karena mereka juga datang dari tempat-tempat yang bukan dari Malang, dan Malang ini daerah yang dingin pasti bagi sebagian mereka tidak mudah," bebernya.

 

Waktu PKKMB UM pun tergolong singkat, dimulai sekitar pukul 7.00 sampai 13.00. Hal ini dilakukan agar mahasiswa baru juga punya waktu istirahat. Selain itu juga agar tidak mengganggu waktu ibadah mahasiswa.

"Salat berjamaah diserahkan pada masing-masing mahasiswa baru. Kita menyediakan tempat karena memang acara kami hanya sampai pukul 1 maksimal. Jadi tidak sampai mengorbankan waktu salat. Kami dari pagi sampai jam 1 selesai, tidak lebih dari itu. Jadi tidak bisa dibandingkan," jelas Sugeng.

Tak melakukan pemecahan rekor MURI seperti di UB, UM mempunyai cara sendiri dalam melibatkan mahasiswa baru. Yakni akan ada aksi paper move.

"Itu untuk kreasi seni anak-anak mahasiswa yang dibina oleh kakak-kakak kelasnya," imbuhnya.

PKKMB di UM sendiri memang punya komitmen di ranah akademik dan wawasan kebangsaan. Hal ini merupakan salah satu upaya UM dalam mempertahankan dan menjaga NKRI. Selain itu, PKKMB UM juga bebas dari praktik perpeloncoan.

"Kegiatan tidak tegang, ada selingan biar tetap happy, kemudian kami larang perpeloncoan dan kekerasan, tidak kita perbolehkan. Sampai hari ini yang sakit juga tidak ada, mungkin hanya pusing 1-2 orang," pungkasnya.