MALANGTIMES - Jadwal pelantikan kepala desa (kades) terpilih dalam Pilkades serentak gelombang III beberapa bulan lalu, dimajukan oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang. Dari yang direncanakan Oktober menjadi akhir Agustus 2019.

Dimajukannya jadwal pelantikan untuk 269 kades terpilih di Kabupaten Malang ini tidak terlepas dari adanya kewajiban dalam menyusun dokumen rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDesa) sebagai ejawantah dari visi dan misi para kades.

Dimana, dengan asumsi pelantikan dilakukan Agustus 2019, maka ada waktu bagi pemerintah desa untuk menyusun dokumen RPJMDesa. Serta ditindaklanjutinya dengan penyusunan dokumen rencana kerja pemerintahan desa (RKPDesa) dan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) tahun 2020 datang.

Hal ini pula yang ditegaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji kepada para kades terpilih dalam acara rapat persiapan pelantikan. 

"Betul kita sampaikan kepada para kades terpilih yang rencananya akan dilantik tanggal 29 Agustus 2019 ini. Bahwa ada kewajiban setelah pelantikan untuk segera menyusun dokumen RPJMDesa," kata mantan Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Malang ini, Kamis (15/08/2019).

Dokumen RPJMDesa merupakan dokumen wajib yang dimiliki pemerintahan desa dan dijadikan arah dan pedoman dalam pembangunan di wilayah. Dengan posisi penting itulah, DPMD Kabupaten Malang mengingatkan kembali kepada para kades terpilih untuk segera menyusun RPJMDesa setelah mereka dilantik nantinya.

Selain itu rencana pelantikan yang dimajukan oleh Pemkab Malang pun tak terlepas dari kewajiban tersebut. Dimana, dalam proses penyusunan RPJMDesa membutuhkan waktu terbilang lama. Dimana proses tahapan yang harus dilalui pemerintah desa adalah melakukan penggalian gagasan ditingkat dusun atau kelompok. 

Hasil dari tahapan tersebut dinaikkan di tingkat desa melalui musyawarah desa perencanaan, dimana di ruang itu akan dilakukan pemeringkatan dan rekapitulasi gagasan berupa kegiatan yang mencakup empat bidang wajib. Yakni, bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan.

Tidak selesai di situ, pemdes setelah menyelesaikan dokumen RPJMDesa langsung tancap gas juga untuk menyusun dokumen RKPDesa 2020 dan ditindaklanjuti dengan APBDesa.

"Tiga dokumen  itu sesuai aturan wajib selesai di akhir tahun ini. Karena itulah untuk pelantikan kades terpilih kita majukan dan direncanakan akhir Agustus ini," ujar Suwadji.

Terkait adanya 9 calon kades yang mengajukan keberatan atas hasil Pilkades serentak, Suwadji menyampaikan, pihaknya telah memberikan jawaban tertulis.

"Sudah kita jawab secara tertulis dan ditandatangani oleh Plt Bupati Malang. Jawaban terkait keberatan juga sudah dikirim ke 9 desa terkait," pungkasnya.