Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sering alami kerusakan hingga harus bolak-balik masuk ke reparasi, menjadikan truk pengangkut sampah khusus area pasar di Kota Malang tak bisa bekerja maksimal. Dari 11 truk sampah milik Dinas Perdagangan, sebanyak 4 unit kerap ngadat.

Padahal truk inilah yang harus mengangkut sampah-sampah di area pasar. Karenanya, Dinas Perdagangan Kota Malang bakal menambah armada tersebut untuk mengganti truk yang kerap rusak ini.

"Memang truk-truk kita untuk armada sampah ini khusus mengangkut sampah yang ada di pasar-pasar. Di luar dinas kebersihan (DLH) ya, yang kita miliki itu pengadaannya sudah dari tahun 2005, dan setiap hari harus kerja. Beberapa yang bermasalah ini sering kita servis dan akhirnya gantian, sehingga perlu ada pengadaan lagi," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto.

Apalagi, menurut dia biaya untuk servis armada tersebut tidaklah murah. Dan sudah mengalami berkali-kali perbaikan secara bergantian tergantung stok dana yang ada. Dimana beberapa pasar yang cukup menjadi kendala karena banyaknya sampah, yakni Pasar Besar, Pasar Blimbing, Pasar Kebalen.

Kali ini, pengadaan truk armada sampah tersebut dianggarkan sekitar Rp 1,3 miliar dari pagu APBD 2019 Kota Malang. Rinciannya, untuk 2 unit dump truk sampah dan 1 unit truk pengangkut pasukan wastib.

Pengadaan wastib juga bukan tanpa sebab, pasalnya selama ini saat petugas mengadakan operasi pasar masih mengandalkan tumpangan pada truk sampah.

"Insya Allah tahun ini ya, pengadaan 2 truk sampah dan 1 truk untuk wastib. Nah, wastib itu alasannya memang kerja truk sampah kan pagi, siang, sore dan malam. Kalau pas bersamaan dengan pengangkut sampah kita kesulitan, perlu juga untuk pengadaan wastib," imbuhnya.

Proses pengadaan armada truk tersebut sudah dalam tahap lelang. Wahyu menjelaskan, untuk satu truk saja kisaran harganya mencapai Rp 400 juta. Jika proses lelang berhasil, armada ini bakal siap beroperasi pada bulan September 2019 mendatang.

"Ini kita masih nunggu, kan ini sudah dilelang ya. Jadi insya Allah sekitar 70 hari kerja lah, September tahun ini insya Allh selesai," pungkas dia.