Kegiatan fasilitasi UMKM yang dilakukan ISMEI Malang di Hotel Atria, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kegiatan fasilitasi UMKM yang dilakukan ISMEI Malang di Hotel Atria, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Malang bersama pemerintah daerah setempat terus berupaya agar produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa bersaing di marketplace digital. 

Bekerja sama dengan PT Sprint Asia Teknologi, UMKM diajak untuk menjajaki platform marketplace business-to-business (B2B) melalui aplikasi Pasarind dan Bayarind. 

Hari ini (15/8/2019) sekitar 200 UMKM mengikuti kegiatan Strategi UMKM dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital di Hotel Atria, Kota Malang. Ketua ISMEI Malang Fahmi Ismail mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan karena pihaknya menilai persaingan produk di berbagai marketplace masih didominasi oleh barang-barang dari luar. 

"Kami berupaya memfasilitasi agar UMKM dari Malang bisa masuk dan melakukan ekspansi bisnis di marketplace digital," terangnya.

CEO PT Sprint Asia Technology Setyo Harsoyo mengungkapkan, sebagai penyedia aplikasi marketplace buatan anak negeri, pihaknya menyediakan platform yang membantu pemasaran UMKM. "Tujuan kami akan membantu UMKM untuk masuk industri 4.0, karena perkembangan teknologi yang luar biasa," ujarnya. 

"Jangan sampai isi e-commerce di Indonesia justru didominasi produk luar. Sehingga kami membantu dengan menyediakan sistem yang terintegrasi biar bisa bersaing," tambahnya.

Setyo mengungkapkan, saat ini barang atau produk UMKM masih sedikit yang masuk pasar e-commerce. Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha kreatif diajari berbagai strategi ringkas memasuki pasar digital. 

Mulai dari proses produksi seperti pengemasan, pembuatan foto produk yang menarik, pemberian deskripsi produk, dan lain-lain. Peserta juga diajari sistem pembayaran, pembukuan transaksi, hingga manajemen secara digital. "Sehingga produk mereka bersaing dan tidak kalah mutu. Seminar ini juga untuk semua produk UMKM mulai kuliner, kriya, fashion, dan lain-lain," paparnya.

Hadir membuka kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengapresiasi inisiatif ISMEI bersama PT Sprint Asia Technology. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang tengah berupaya memajukan perekonomian melalui UMKM dan ekonomi kreatif. 

"Dalam Pekan UMKM Malang 2019 ini, artinya mempersiapkan UMKM memasuki era baru, era teknologi berbasis digital," ucapnya.

"Jika dikaitkan dengan program Kota Kreatif, kegiatan seperti ini sangat bagus dan linear dengan program pemerintah. Apalagi, Kota Malang sudah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pilot project ekraf digital," tambahnya. Dia menguraikan, keberadaan teknologi aplikasi menimbulkan multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat Kota Malang.