Kantor Dinkes Kota Malang yang beberapa waktu lalu disatroni perampok (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kantor Dinkes Kota Malang yang beberapa waktu lalu disatroni perampok (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus Perampokan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang terjadi pada 8 Agustus 2019, saat ini masih belum terungkap. Pihak kepolisian masih menemui kendala dalam proses pengungkapan.

Sebelumnya, pihak Kepolisian berupaya dengan melakukan pengecekan dan pemeriksaan data-data residivis kasus pembobolan. Namun dari situ, pihak kepolisian masih belum menemukan petunjuk ke arah pelaku.

"Informasi dari korban, ciri-ciri dari salah satu pelaku, memiliki logat bahasa dari Jawa Barat. Dan setelah diperiksa, para residivis kebanyakan memang murni dari Jawa Timur," beber Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (14/8/2019).

"Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Bukti di lapangan memang cukup minim, baik itu keterangan saksi maupun CCTV yang dirusak dan decodernya dibawa kabur," imbuhnya.

Lanjutnya, Komang mengatakan berdasar dari pemeriksaan residivis yang belum mengarah ke pelaku,  tidak menutup kemungkinan pelaku bisa saja berasal dari luar kota dan seringkali beraksi lintas kota. Bahkan bisa jadi menurut asumsi, pelaku bisa saja merupakan pemain yang baru beraksi lintas kota.

"Makanya kami juga berkomunikasi dengan Satreskrim jajaran Pasuruan, di Lamongan, Blitar dan Malang Kabupaten tapi, sampai saat ini masih belum ada perkembangan," terangnya.

Dilanjutkannya, petunjuk di sekitar lokasi,  juga masih belum bisa membantu. Seperti CCTV yang ada di toko sekitar Kantor Dinkes. CCTV tersebut, belum menunjukan adanya petunjuk yang mengarah ke pelaku. "Rata-rata, CCTV nya tidak mengarah ke jalan. CCTV hanya mengarah ke lokasi parkiran saja. Itu salah satu kendala kami," ungkapnya.

Selain itu, mengenai hp milik Satpam yang dibawa kabur oleh para pelaku perampokan, pihaknya sampai kini juga masih belum bisa mendeteksi lokasinya. Diduga, saat ini, kondisi hp Satpam yang dibawa kabur pelaku dalam keadaan mati. "Pendalaman IT memang belum menemukan tanda-tanda hp nya hidup," jelas Komang.

Penelusuran plat nomor L yang dikatakan korban atau satpam berwarna merah, juga masih menemui kendala. Detail nomor plat tersebut, belum bisa diketahui secara jelas oleh saksi. Kemudian, belum ada juga gambaran visual yang jelas mengenai nomor plat L yang digunakan para pelaku. "Dari visual, hanya terlihat warna merah. Sehingga kami juga belum mengetahui jelas play nomornya. Kalaupun dapat nomor kendaraan, tentunya akan segera kami cek," pungkasnya.