Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro optimistis  dinasnya bisa raih predikat A+ dari Kemen PAN-RB di tahun 2019 ini. (Nana)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Iriantoro optimistis dinasnya bisa raih predikat A+ dari Kemen PAN-RB di tahun 2019 ini. (Nana)

MALANGTIMES - Target meraih penghargaan sebagai penyelenggara pelayanan publik dengan kategori sangat memuaskan atau A+ dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) RI telah dicanangkan sejak awal tahun 2019 oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang.

Target tersebut disebut realistis dengan berbagai capaian yang selama dua tahun belakangan ini di raih oleh dinas di bawah komando Iriantoro tersebut. Dimana, beberapa indikator di tahun 2018 lalu yang jadi catatan Kemen PAN-RB, terkait fasilitas pelayanan di kantor DPMPTSP Kabupaten Malang, saat ini telah tercukupi semuanya.

Selain hal tersebut pelayanan pun meningkat dengan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam menjalankan tugas pokoknya yaitu sebagai pelayan dalam perizinan. Output-nya, tingkat kepuasan masyarakat pun di semester pertama di tahun 2019, mencapai nilai 90. Pun dalam sektor investasi, terdapat lonjakan signifikan di tahun 2018 sampai semester pertama 2019.  

Berbagai tren positif itulah yang menjadi modal DPMPTSP Kabupaten Malang optimis, tahun 2019 ini pihaknya mampu meraih predikat sangat memuaskan (A+) serta menjadi penyelenggara pelayanan publik secara prima.

"Ini harapan kita semua dan kami opimis bisa meraihnya dengan berbagai perubahan dan trend positif dari tahun lalu," ucap Iriantoro, kepala DPMPTSP Kabupaten Malang, Rabu (14/08/2019) disaat tim Kemen PAN-RB berkunjung ke kantornya untuk melakukan penilaian terkait pelayanan publik.

Seperti diketahui, di tahun 2018 lalu, DPMPTSP Kabupaten Malang merupakan salah satu penyelenggara pelayanan publik dengan kategori sangat baik atau A- dari Kemen PAN-RB. Raihan yang sebenarnya terbilang prestisius itu, ternyata bagi Iriantoro tidaklah cukup dalam konteks pelayanan publik. Khususnya terkait beberapa fasilitas yang jadi catatan di tahun 2018 lalu, yaitu ruang-ruang publik yang ada di kantornya.

"Tahun lalu masih minus beberapa fasilitas fisik dikarenakan lahan kantor kita memang terbatas. Tapi itu tidak membuat kita berdiam diri. Tahun ini fasilitas itu sudah dicukupi semuanya," ujar Iriantoro.

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan berbagai fasilitas baru yang bisa diakses masyarakat secara langsung di kantor DPMPTSP yang memang terbilang tidak luas ini. Seperti ruang laktasi dan kesehatan, kantin, koperasi maupun lahan parkir yang terbilang cukup representatif saat ini.

Sedangkan fasilitas fisik lain yang sudah ada sejak tahun lalu juga terus diintensifkan sebagai ruang pelayanan publik. Seperti pelayanan BPJS Kesehatan, dan Ketenagakerjaan,  layanan Bank Jatim, ruangan khusus bagi penyandang disabilitas serta ruang bermain anak di dalam kantor DPMPTSP Kabupaten Malang.

”Kantor kami memang kecil, tapi kami memaksimalkan ruangan yang ada. Insya Allah ke depan bila mall pelayanan perizinan terpadu selesai akan semakin prima lagi pelayanan kami kepada masyarakat," ungkap Iriantoro.

Disinggung optimisne tinggi meraih predikat penyelenggara pelayanan prima bagi publik dengan nilai A+, selain indikator fasilitas fisik. Iriantoro mengungkapkan, bahwa sampai saat ini pihaknya memiliki kewenangan dalam perizinan sebanyak 58 item. Dimana seluruh perizinan tersebut telah tersedia juga sop-nya bagi seluruh petugas DPMPTSP Kabupaten Malang. 

Hal lain, lanjutnya, sistem reward bagi petugas berprestasi pun sebagai bagian dalam indikator penilaian dari Kemen PAN-RB, telah berjalan.
"Untuk reward petugas juga telah berjalan setiap 3 bulan sekali di sini. Jadi, seluruh yang dinilai oleh Kemen PAN-RB telah dicukupi oleh kita saat ini. Kita optimis bisa raih A+, setidaknya A tahun 2019 ini," ucap Iriantoro yang mengakhiri pembicaraan dengan mengatakan, hasil penilaian akan diketahui September 2019 datang.
"Informasi hasil penilaian kementerian di bulan September sudah keluar," pungkasnya.