Kendaraan yang melintas di underpass Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kendaraan yang melintas di underpass Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) menargetkan pembangunan underpass Karanglo, di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang bisa rampung sepenuhnya besok (Kamis, 15/8/2019). Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diharapkan segera menyiapkan skema-skema untuk memecahkan problem kemacetan dalam kota. 

Target tersebut merupakan hasil rapat lintas instansi di Dishub Provinsi Jatim pada akhir Juli lalu terkait solusi kemacetan di exit tol Singosari. "Pengerjaan finishing underpass yang jadi sumber kemacetan di-deadline tanggal 15 Agustus 2019. Juga pemasangan bando rambu penunjuk jalan (RPJ) dari arah kota sebelum pintu tol, sudah disanggupi oleh PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM)," ujar Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto. 

Selain itu,  akan ada pengurangan U-turn (putar balik) mulai exit tol sampai tugu batas kota oleh Dishub Kabupaten Malang. "Kami mengusulkan ruas jalan di kaki flyover diperlebar, Balai Kementerian PUPR rencananya akan memperlebar ruas jalan dari simpang exit tol kearah Karangploso dan yang ke arah flyover Arjosari pada 2020 mendatang," paparnya.

Pihaknya juga mengusulkan adanya pembatasan jenis kendaraan yang melintas di dalam Kota Malang. "Kami meminta angkutan barang wajib keluar di exit tol Singosari bila nanti exit tol Pakis dan exit tol Madyopuro sudah beroperasi. Karena, kondisi Jembatan Kedungkandang, Jembatan Ranugrati dan Jembatan Sulfat yang kurang memadai," jelasnya.

Rencananya, Dishub Kota Malang juga akan meminta server dan kontrol area traffic control system (ATCS) simpang exit tol yang jadi kewenangan Kemenhub. "Pengelolaannya kami minta supaya bisa terintegrasi dengan ATCS dalam kota. Surat permohonan ke dirjen hubdat juga sudah kami kirimkan," pungkasnya.