Petugas Dishub Kota Malang saat melakukan razia kendaraan angkutan barang di Taman Krida Budaya Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Petugas Dishub Kota Malang saat melakukan razia kendaraan angkutan barang di Taman Krida Budaya Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan kepolisian menggelar razia kendaraan. Sasarannya kali ini adalah angkutan umum dan angkutan barang yang melewati area Taman Krida Budaya Kota Malang, Rabu (14/8).

Satu per satu kendaraan angkutan barang yang melintasi kawasan Jl Soekarno-Hatta itu dihentikan oleh petugas. Masing-masing kendaraan dilakukan pemeriksaan kelengkaoan surat kendaraannya. Misalnya STNK, buku kir, SIM, dan kelengkapan lain seperti ban serep hingga segitiga pengaman.

"Sasaran operasinya hari ini angkutan barang yang tidak dilengkapi dengan kelengkapan contoh segitiga pengaman, ban serep, dongkrak dan masalah yang wajib, yaitu kir. Ada yang mati atau telat, kita tindak langsung kasih tilangan sidang di kantor kejaksaan," ujar Kasi Pengendalian Angkutan Orang dalam Trayek Dishub Kota Malang Herry Santoso.

Herry menambahkan, razia ini rutin dilakukan setidaknya dalam satu bulan sebanyak enam kali. Hal ini guna meminimalisasi adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara dan pemilik kendaraan.

"Giat ini lancar. Semakin sering, jumlah pelanggar berkurang. Jadi, ada peningkatan pemilik angkutan barang sadar akan kepentingan dan kesadaran di jalan," imbuhnya.

Tak hanya di kawasan Taman Krida Budaya. Beberapa titik lainnya juga dilakukan penertiban. Di antaranya Terminal Landungsari, di daerah Blimbinng, Jl LA Sucipto, dan GOR Ken Arok Kedungkandang.

Setidaknya dari razia kali ini, petugas mendapati puluhan kendaraan masih melakukan pelanggaran. Yakni kelengkapan kendaraannya kurang, mulai surat kendaraan hingga yang paling banyak segitiga pengaman dan ban serep.

"Ada kurang lebih 27 pelanggar. Paling banyak mereka belum memiliki kelengkapan segitiga pengaman dan ban serep. Mereka kena tindakan tilangan dan harus melaksanakan sidang langsung di kejaksaan," pungkas dia.

End of content

No more pages to load