Komentar Earth Hour Malang tentang Hutan Kota Malabar

Sep 20, 2015 11:46
Arif (kanan) dan Onil (kiri) saat menggalangkan dana di CFD Ijen untuk Korban Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan, Minggu (20/9/2015). (Foto: dike/malangtimes)
Arif (kanan) dan Onil (kiri) saat menggalangkan dana di CFD Ijen untuk Korban Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan, Minggu (20/9/2015). (Foto: dike/malangtimes)

MALANGTIMES - Masalah Hutan Kota Malabar kian membesar. Semakin banyak Aliansi dan Komunitas Lingkungan melakukan aksi di depan Balai Kota Malang beberapa hari lalu. Isu ini membuat komunitas Earth Hour Malang (EHM) angkat bicara.

Ditemui tim MALANGTIMES di Car Free Day (CFD) Ijen pada Minggu (20/9/2015), Achmad Dzuhri Arif Wicaksono, selaku Koordinator Kota EHM angkat bicara. Earth Hour, juga komunitas yang peduli lingkungan dan membahas tentang isu lingkungan juga.

"Kami dari EHM tidak membela yang Pro dan Kontra tentang isu Hutan Kota Malabar. Kami memilih untuk wait and see, kedepannya nanti akan seperti apa," ujarnya.

Menurut pribadi Arif, seharusnya diadakan pertemuan besar antara kedua belah pihak. "Semacam diskusi besar antara pihak pemerintah atau Humas dari PT Ostuka dan aliansi peduli lingkungan. Pastikan akan ada kejelasan yang dimaksud pemerintah seperti apa, dan yang dimaksud para aliansi itu seperti apa, agar ada titik temunya," jelasnya panjang.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya ini juga sangat menyayangkan jika masalah ini dibiarkan terus menerus. "Sebenarnya banyak masalah dan isu lingkungan di Kota Malang yang harus diatasi selain Malabr, jadi lebih baik dibentuk diskusi besar seperti yang saya bilang tadi. (*)

Topik
Earth Hour MalangHutan Kota Malabar
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru